Suara.com - Bertahan di masa pandemi menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan bisnisnya, terutama beralih ke digital agar tetap terhubung dengan pelanggan. Salah satunya dengan memanfaatkan YouTube, seperti yang dilakukan Muhammad Burdabi Ahmad atau akrab disapa Mas Debi, pemilik Rumah Anggrek Vita Orchids.
Awalnya, Mas Debi berkarir sebagai sales person di industri otomotif. Berkali-kali pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, ia mulai memikirkan cara lain untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri. Pada tahun 2016, ia mulai menyukai tanaman anggrek dan memutuskan untuk bertekun dalam membudidayakan dan memasarkan anggrek, namun tetap bekerja sebagai sales person.
Perjalanan bisnis di dunia anggrek tidak semulus yang dibayangkan pria berusia 41 tahun ini. Persaingan ketat dan tidak stabilnya harga anggrek menjadi tantangan yang dihadapinya. Saat itu, ia terus mencari cara agar mendapatkan pelanggan di antara para pemain lama yang sudah lebih lihai dalam memasarkan dan menggaet pelanggan.
Pada tahun 2019, ia memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengembangkan bisnisnya. Saat itulah ia mendapatkan referensi dari sesama pelaku UMKM untuk mengikuti pelatihan Gapura Digital. Pelajaran paling berharga yang ia dapatkan dari kelas tersebut adalah pemanfaatan Profil Bisnis (sebelumnya dikenal sebagai Google Bisnisku) dan YouTube untuk kanal promosi usahanya.
Setelah mengikuti kelas tersebut, Mas Debi yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah, langsung membuat akun Profil Bisnis. Hasilnya, mulai ada pelanggan yang melihat tanaman-tanaman hiasnya di akun Google dan memudahkan pelanggan menemukan lokasi tokonya. Tetapi, yang lebih menarik baginya adalah pemanfaatan YouTube sebagai kanal promosi.
“Saya aktif membagikan tips perawatan anggrek di akun YouTube Rumah Anggrek Vita Orchids, dan ternyata sangat bermanfaat untuk membantu saya mempromosikan tanaman hias melalui audio visual. Di YouTube, saya membagikan cara merawat anggrek, jenis-jenis anggrek, dan program promosi penjualan yang sedang berlangsung. Hasilnya pelanggan lebih tertarik membeli tanaman hias di tempat saya karena sudah mengetahui cara perawatannya terlebih dahulu melalui video yang diunggah,” cerita Mas Debi, seperti dikutip dari rilis yang diterima Suara.com.
Pemanfaatan YouTube untuk mempromosikan Rumah Anggrek Vita Orchids membuahkan hasil yang menakjubkan. Jika sebelumnya Burdabi hanya mendapat omzet kotor 3-9 juta rupiah per bulan, kini ia berhasil mengumpulkan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan. Bahkan, ia bisa memiliki aset berupa tanaman hias senilai 1 milyar rupiah dalam setahun.
“Selama pandemi banyak orang mencari kesibukan lain agar tidak jenuh di rumah saja, salah satunya dengan merawat tanaman hias. Para pelanggan yang mengenal Rumah Anggrek Vita Orchids dari video-video tips perawatan anggrek yang saya unggah di YouTube akhirnya banyak memesan anggrek dari saya dan pengirimannya hingga ke seluruh Indonesia,” jelas Mas Debi yang kini dibantu oleh 15 orang karyawan untuk melayani pesanan dari pelanggan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir