Suara.com - Kampanye menarik dilakukan restoran cepat saji asal Jepang, Hokben, untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Berkolaborasi dengan Tupperware, brand wadah makanan untuk sistem dine in (makan di tempat) atau take away (dibawa pulang), Hokben memberikan diskon menarik pada pengunjung.
Adapun rincian program ini, yaitu setiap pembelian HokBen paket A/B/C/D dengan membawa wadah makan dari Tupperware yang pas untuk menu tersebut mendapat gratis teh dalam kemasan, dan khusus pembukaan gerai baru HokBen di Jabodetabek.
Untuk 100 konsumen pertama yang melakukan pembelian 4 paket superbowl, akan mendapatkan satu buah wadah makan fungsional dari Tupperware yang dapat di atur ketinggian nya (Collapsible Bowl).
Sedangkan khusus bagi member Tupperware, ada diskon 15 persen khusus untuk pembelian Paket Simple Set Teriyaki ditambah teh dalam kemasan. Caranya cukup dengan menunjukkan kartu member brand wadah makanan tersebut di gerai restoran.
"HokBen adalah salah satu brand yang mendapat tempat di hati konsumen Indonesia sejak lama dan merupakan mitra yang tepat untuk mewujudkan misi pengurangan wadah plastik sekali pakai," ujar Andreas Santoso, President Director Tupperware Indonesia saat konferensi pers, Selasa (22/6/2021).
Keuntungan lainnya, pelanggan restoran ini juga berkesempatan dapat diskon 15 persen, jika ingin membeli wadah makanan yang bisa dipakai berulang merek ini.
Caranya yakni apabila bertransaksi minimal Rp 50 ribu di restoran, maka pelanggan berhak mendapat e-voucher yang tertera di struk transaksi restoran.
Harapannya, kata Andreas semakin banyak generasi yang paham tentang sustainble food, yaitu menggunakan wadah makanan ramah lingkungan karena bisa dipakai berulang, dan tidak menghasilkan sampah yang sulit terurai.
Baca Juga: Dijadikan Wadah Saus di Warung, Wujud Botol Tupperware Ini Bikin Publik Ngelus Dada
“Demi lingkungan dan kehidupan yang lebih baik," timpal Andreas.
Adapun program ini sudah resmi dimulai hari ini Rabu, 22 Juni 2021 dan rencananya hingga akhir Juli 2021. Namun diperpanjang tidaknya akan melihat minat dan respon pelanggan restoran.
Berita Terkait
-
Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!
-
Promo HUT RI ke-81: Tiket Kereta Diskon 17 Persen, Naik KRL dan LRT Cuma Rp 8
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik
-
Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?