Suara.com - Indonesia dinobatkan jadi negara paling dermawan di dunia saat pandemi Covid-19 oleh Charities Aid Foundation (CAF). Yayasan amal ini setiap tahunnya membuat daftar negara di di dunia dengan masyarakat paling dermawan.
Dalam laporannya tentang CAF World Giving Index 2021, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara paling dermawan di dunia. CAF juga meneliti dampak Covid-19 terhadap tingkat dermawan masyarakat yang diambil dari survei tahun 2020 silam.
Terdapat tiga komponen penilaian dalam laporan ini. Penilaian itu diantaranya kesukarelaan menolong orang asing, yayasan amal hingga menjadi sukarelawan di suatu lembaga swadaya masyarakat.
Laporan tersebut melibatkan 1,6 juta orang dari berbagai negara. Indonesia memiliki poin 65 untuk memberi bantuan pada orang asing, 83 untuk donasi, dan 60 untuk keterlibatan menjadi sukarelawan.
Total rata-rata skor yang diterima Indonesia adalah 69 persen. Itu merupakan angka tertinggi dibandingkan capaian negara lainnya.
"Pandemi yang terjadi tahun ini menghasilkan laporan yang berbeda dan memperlihatkan betapa besarnya pengaruh dari Covid-19. Tak sedikit orang yang membantu orang asing di seluruh dunia yang terdampak," ungkap Manager Riset CAF, Catherine Mahoney.
Berdasarkan temuan CAF, 8 dari 10 orang Indonesia berdonasi di tahun ini. Tingkat kesukarelawanan di Indonesia pun terbilang ltinggi karena mencapai tiga kali lipat dari rata-rata global.
Berikut daftar 10 negara paling dermawan di dunia tahun 2021 yang diungkap oleh CAF:
- Indonesia (69 persen)
- Kenya (58 persen)
- Nigeria (52 persen)
- Myanmar (51 persen)
- Australia (49 persen)
- Ghana (47 persen)
- Selandia Baru (47 persen)
- Uganda (46 persen)
- Kosovo (46 persen)
- Thailand (46 persen)
Kabar ini tentu menjadi sebuah kabar yang cukup baik bagi Indonesia. Meskipun pandemi Covid-19 berdampak besar bagi perekonomian, banyak warga yang masih berkenan untuk membantu satu sama lain.
Baca Juga: Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM Mikro, Dompet Dhuafa Lampung Borong Dagangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?