Suara.com - Kota Manado terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah berupa rempah dan hasil laut. Rasa cinta terhadap sumber daya alam ini membuat Erwin Sandag, Co-owner Meldeb Kitchen, bersama istrinya, Debbie, melihat potensi untuk mengolah rempah dan hasil laut tersebut menjadi oleh-oleh khas Manado, yaitu sambal dan abon khas Sulawesi Utara.
Sejak mendirikan Meldeb Kitchen, Erwin fokus melakukan penjualan online dengan memanfaatkan teknologi sebagai strategi bisnis. Ia memanfaatkan kata kunci yang biasa digunakan orang saat mencari produk yang berhubungan dengan produknya, seperti “oleh-oleh khas Manado”, “sambal roa”, dan “sambal cakalang”, lalu didaftarkan sebagai Google Bisnisku sehingga langsung menampilkan merek, kontak, dan produknya.
Tidak hanya itu, Erwin juga memanfaatkan media untuk mempromosikan produknya dan memasarkannya di berbagai e-commerce dan layanan pesan antar makanan online. Strategi ini dilakukan untuk menjangkau konsumen dalam kota, seluruh Indonesia, hingga luar negeri.
Cita-cita Erwin membawa oleh-oleh khas Manado untuk dikenal oleh konsumen luar negeri telah dimulai sejak tiga bulan terakhir. Ia mulai memasarkan produknya ke Malaysia menggunakan e-commerce dan melihat sambal roa menjadi favorit konsumen di sana. Namun, perjalanan ini masih panjang. Erwin ingin Meldeb Kitchen bisa menjangkau lebih banyak negara.
Hal itu kemudian mendorongnya untuk mengikuti program Dukung UMKM Indonesia Timur. Program yang menyediakan pelatihan bagi pelaku UMKM yang tertarik melakukan ekspor ini menjadi pilihan bagi Erwin untuk mengetahui lebih dalam proses pengiriman produk ke luar negeri.
“Ikut program ini menjadi langkah lanjutan untuk meraih mimpi kami. Untuk memasarkan produk ke luar negeri, dibutuhkan surat edar. Untuk itulah kami mengikuti program ini. Di sini, kami belajar dari para mentor yang telah berpengalaman di bidang ekspor sehingga bisa mengetahui ketentuan dan aturan dalam ekspor produk,” jelas Erwin dalam konferensi pers yang diselenggarakan Google dalam rangka Hari Nasional UMKM beberapa waktu lalu.
Menembus pasar ekspor bukanlah hal yang mudah. Selain aturan yang harus dipenuhi, kualitas produk menjadi hal penting untuk bisa diterima di pasar luar negeri.
Meldeb Kitchen selalu menggunakan bahan baku premium dan proses produksi dilakukan secara handmade dengan tetap mengutamakan standar industri dan higienitas produk. Inilah yang menjadi nilai jual produk-produknya agar bisa diterima oleh konsumen dan siap dikirim ke luar negeri.
Tidak hanya mempelajari proses ekspor, melalui program ini Erwin juga semakin memahami penggunaan Google Trends, Google Maps, dan Google Analytics. Meski telah menggunakan strategi pemasaran digital sejak awal, tidak dipungkiri pandemi Covid-19 turut menghantam Meldeb Kitchen.
Baca Juga: BLT UMKM Menolong Pelaku Usaha Kecil yang Terdampak Pandemi Covid-19
Menurunnya wisatawan lokal ke Kota Manado berdampak terhadap penurunan penjualan melalui layanan pesan antar makanan online. Namun, dengan memperdalam kemampuan strategi pemasaran digital melalui program ini, telah membantu Erwin untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan ke luar kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti