Suara.com - Usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM kuliner memang tidak bisa diragukan lagi perannya untuk perekonomian Indonesia.
Tercatat UMKM kuliner merupakan penyumbang terbesar struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yaitu sebesar 41 persen.
Itu juga yang menyebabkan Mondelez Indonesia mengadakan workshop dan pelatihan bisnis kuliner virtual yang bertajuk 'Kreatif Kembangkan Bisnis Kuliner Kekinian' pada 5 September 2021 mendatang.
Acara tersebut dibuat agar usaha UMKM kuliner Indonesia semakin berkembang pesat.
Berbagai materi akan diberikan selama pelatihan mulai dari pengembangan kreativitas dalam menghadirkan menu kuliner kekinian, hingga penggunaan digital marketing sebagai ujung tombak strategi promosi di masa pandemi, serta berbagai tips pengembangan usaha dari para ahlinya.
"Dukungan terhadap UMKM kuliner ini sejalan dengan tujuan perusahaan, yakni ‘Empower People to Snack Right’ dimana Mondelez International berkomitmen membuat produk-produknya dengan cara yang tepat, termasuk dalam memberdayakan masyarakat dan komunitas di sepanjang rantai bisnis," Prashant Peres, President Director Mondelez Indonesia saat konferensi pers, Kamis (2/9/2021).
"Kami berharap inisiatif ini turut meningkatkan bisnis UMKM kuliner, sekaligus mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” sambung Prashant.
Acara pelatihan ini juga mendapat dukungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang mengatakan pelatihan sangat penting untuk membuat produk kuliner lebih inovatif dan bisa berkembang lebih kreatif. Salah satunya dengan mengembangkan menu kuliner kekinian.
"Saya yakin pelatihan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini akan dapat menginspirasi para pelaku UMKM Kuliner, termasuk bagaimana secara kreatif memanfaatkan teknologi digital dan digital marketing untuk mempromosikan bisnis mereka,” terang Menteri Sandi.
Baca Juga: Baim Wong Pernah Difitnah saat Bisnis Kuliner, Sampai Pesimis untuk Hidup
Sandi menambahkan, sebagai orang yang juga menggeluti dunia usaha UMKM ia juga memulainya dengan aktif mengikuti pelatihan, terus belajar dan tidak pernah berhenti mencoba.
"Saya juga dulu dari UMKM, mengikuti banyak mentoring dari yang hanya bertiga sama rekan saya, dan sekarang bisa buka 30.000 lapangan pekerjaan," imbuh Menteri Sandi.
Adapun pelaku UMKM kuliner bisa mendaftarkan diri pada pelatihan ini melalui tautan UMKM Mondelez, hingga paling lambat tanggal 4 September 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
-
Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Apa Saja? Ini 3 Varian dan Fungsinya
-
4 Sepatu Kanky yang Versatile, Pilihan Terbaik Buat Jalan Kaki Jauh hingga Daily Run
-
4 Parfum Lokal Aroma Kelapa yang Bikin Ketagihan, Wanginya Lembut dan Tahan Lama
-
Genset 1000 Watt Bisa untuk Apa Saja? Ini 3 Pilihan dan Harganya
-
Wisata Gastronomi Kian Dilirik, Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekosistem Kuliner Indonesia
-
7 Cara agar Pompa Air Tidak Mancing, Cek Penyebab dan Solusinya
-
Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
-
Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Ini Jadwal dan Keutamaannya
-
Dapur Baiknya Menghadap ke Mana Menurut Feng Shui? Ketahui agar Selalu Banjir Keberuntungan