Suara.com - Melamar adalah salah satu cara untuk menunjukkan keseriusan pada pasangan. Normalnya, seseorang akan mencoba untuk melamar pacar dalam suasana seromantis mungkin.
Sayangnya, pria satu ini malah kena marah pacar setelah melamar. Bagaimana tidak, ia melamar dengan menggunakan cincin plastik.
Melansir The Sun, pria tersebut tidak paham alasan pacarnya marah. Ia pun membagikan curhatan lewat media sosial Reddit.
"Aku 35 tahun dan pacarku 30. Kami sudah bersama selama 5 tahun. Dia sudah memberitahuku selama 3 tahun terakhir bahwa dia ingin menikah," tulisnya.
"Aku selalu memberitahunya untuk menunggu dan melihat... itu akan terjadi suatu hari. Semalam, aku keluar dengan teman-temanku dan sedikit mabuk."
Saat mabuk, pria ini sempat pergi ke tempat bermain. Di sana, ia memenangkan hadiah cincin dari plastik.
"Dalam kondisi mabuk, aku seperti 'Kau tahu apa ide yang bagus? Aku akan pura-pura melamar pacarku dengan ini'," lanjutnya.
Tanpa sadar, pria ini pulang ke rumah pacar selepas tengah malam. Ia pun membangunkan pacarnya dan melamar dengan cincin plastik tersebut.
Namun, ulah pria ini tentu membuat pacar marah. Terlebih, ia malah tertawa setelah melamar dengan cincin plastik tersebut.
Baca Juga: Sederet Mantan Pacar Arya Saloka, Ada yang Beda Agama
"Pacarku pergi ke kamar mandi dan ketika aku mengikutinya, dia menangis. Aku masih mabuk dan tidak bisa berhenti tertawa."
Akibat insiden melamar saat mabuk tersebut, sang pacar kini masih marah. Ia juga sering menangis karena merasa lamaran dijadikan candaan.
"Ironisnya aku memang berencana segera melamar secepat mungkin. Tapi aku merasa dia harus melupakan (kesalahan) ini atau aku yang salah?"
Tak hanya kena marah pacar, pria tersebut malah ikut dikritik warganet setelah membagikan kisahnya.
Tidak sedikit yang turut kesal karena pria tersebut menjadikan lamaran sebagai candaan. Terlebih, sang pacar sudah serius ingin menikah.
"Coba pikirkan, apa yang bisa dijadikan candaan di sini? Apa yang seharusnya lucu dari prank itu?" tulis salah satu komentar menasihati.
"Ini adalah mimpinya yang hanya bisa kau wujudkan. Bayangkan betapa dingin dan kejam apa yang sudah kau lakukan. Buat permintaan maaf yang pantas."
"Pacarmu tidak berlebihan. Kau membuat candaan dari perasaannya."
"Dia mungkin menangis karena tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Jika aku adalah dirinya, aku akan mempertimbangkan ulang keputusan ingin menikah denganmu," tambah komentar lain terus terang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim