Suara.com - Pemberian vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 12-17 tahun terus digalakkan. Meski mendapatkan sambutan yang baik dari para siswa, tak sedikit yang juga melakukannya dengan terpaksa karena merasa takut disuntik.
Momen inilah yang terlihat dalam sebuah video yang diunggah di TikTok oleh akun @masarya72. Melihat seorang siswa merasa ketakutan, hal ini pun mengundang perhatian banyak orang di sekitar tempat pemberian vaksin.
"Takut divaksin? Baca doa ini pasti bisa dan berani," tulis si pemilik akun dalam video.
Siswa yang ditemani oleh gurunya untuk vaksin ini, tampak duduk mengenakan seragam dihadapan seorang vaksinator. Merasa panik, ia sampai membuka semua kancing kemejanya, padahal ia hanya perlu menggulung lengannya untuk disuntik.
Belum selesai sampai di situ, berkali-kali ia menutup wajahnya dan tak berhenti bergerak, yang membuat vaksinator kesulitan saat akan menyuntiknya. Siswa ini juga terus mengulur waktu dengan mengatakan "sebentar-sebentar" menggunakan bahasa Sunda.
Sudah terlalu lama menunggu, beberapa gurunya pun turun tangan untuk memeganginya dan menyuruhnya untuk mengalihkan pandangan ke arah lain. Seorang temannya akhirnya ditugaskan untuk menutup matanya.
Namun ia malah berteriak dan membaca doa, yang membuat ngakak orang yang mendengarnya. Bagaimana tidak, saat disuntik, siswa itu malah membaca doa makan dengan super cepat.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar," katanya kencang.
Hal ini pun menyorot perhatian warganet telah lebih dari 2,1 juta kali dengan komentar yang bikin ngakak. Ada lebih dari 110 ribu tanda suka untuk video pengalaman siswa ini saat vaksin.
Baca Juga: Emak Syok Wajah Anaknya Berubah Jadi Buaya karena Filter, Baskom Auto Melayang
"Terus gunanya kancing baju dibuka semua biar apa?," kata @flxxx.18.
"Kumis aja tebel, hati Hello Kitty. Allah Huma Baarik lanaa," tulis @penxxxxur0.
"Itu mau vaksin apa mau makan sih?," ungkap @arxxx17. Lihat lebih lengkap di sini ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik