Suara.com - Bermain di wisata alam seperti air terjun memang bisa menjadi salah satu cara melepas penat. Meski demikian, banyak hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi resiko adanya kejadian yang tak diinginkan.
Melansir dari laman Manila Bulletin, tiga orang tewas karena tersapu banjir bandang di air terjun kota Catmon, Cebu Utara, Filipina. Air Terjun Tinubdan tersebut diketahui tak boleh diakses oleh pengguna umum.
Kantor Polisi Provinsi Cebu (CPPO) akan menyelidiki mengapa ada orang yang berenang di Air Terjun Tinubdan di Barangay Tabili, Catmon. Pasalnya, pemerintah kota tidak mengeluarkan izin untuk penggunaan komersialnya.
Tragedi ini terjadi sekitar pukul 1 siang saat sejumlah orang bermain di kaki air terjun. Secara tiba-tiba mereka tersapu oleh banjir bandang.
Beberapa orang berhasil melarikan diri ke tempat aman, nahas 3 orang lainnya tewas dalam insiden ini. Jenazah Jude Monterola, 17 tahun, ditemukan sekitar delapan jam setelah kejadian.
Putri Alastra yang berusia tujuh tahun ditemukan sekitar pukul 11:30 Senin lalu, sementara jenazah ibunya Jacel yang berusia 32 tahun ditemukan lewat pukul 01:00 pada hari Selasa di perairan kota Carmen, Cebu utara.
Dalam video yang tersebar, tampak Monterella tengah berusah meraih sepotong kayu. Sayangnya, air yang begitu deras menyebabkan dirinya kehilangan pegangan dan ikut hanyut.
Kolonel Polisi Engelbert Soriano, kepala CPPO, mengatakan polisi telah dikerahkan di daerah itu untuk memastikan bahwa tempat tersebut dilarang untuk umum. Soriano mengatakan bagian dari penyelidikan adalah untuk menentukan siapa yang mengizinkan para korban piknik di daerah tersebut.
Mantan Wali Kota Catmon Dan Modiquillo Jusay, yang kini menjadi anggota dewan kota, mengatakan daerah tempat air terjun itu berada adalah milik pribadi.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Wisata Yogyakarta yang Keren Banget, Jangan Sampai Kamu Lewatkan
“Itu tidak dikembangkan oleh unit pemerintah daerah sebagai tujuan wisata karena dianggap daerah berbahaya,” kata Jusay.
Sebuah plakat di pintu masuk area menunjukkan bahwa orang yang akan berenang di air terjun akan membayar 50 Peso FIlipina atau sekitar Rp14 ribu sebagai sumbangan.
Jusay mengatakan daerah itu rawan banjir karena berada di dekat sungai utama Catmon. Saat kejadian, keluarga yang datang jauh-jauh dari Kota Cebu dan Kota Tuburan sedang piknik di kawasan tersebut.
Wilson Ramos, pejabat sementara dari Badan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Provinsi, mengatakan ada sekitar 100 orang berenang di daerah itu ketika banjir bandang yang mematikan terjadi.
Ketiga korban tersebut merupakan bagian dari 11 keluarga yang sedang bermain di air terjun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Semester I 2026, PNM Perluas Pemberdayaan 12,4 Juta Perempuan Pelaku Usaha Ultra Mikro
-
Trump Mau 'Palak' Mahasiswa Asing yang Ingin Kerja di Amerika Rp1,8 Miliar
-
Tak Sekadar Hunian, BTN Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Fashion & Lifestyle
-
6 Warna Lipstik Terbaik untuk Acara Formal, Bikin Penampilan Makin Elegan
-
Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
-
Wincos Beberkan Rahasia Kabin Mobil Tetap Dingin di Tengah Cuaca Terik dengan Kaca Film
-
Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati, Asap Tebal Diduga Jadi Penyebab
-
Pria di Bengkalis Tersangka Perambahan Hutan 20 Ha, Sebagian untuk Tanam Sawit
-
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras
-
Tren Office Shoes Masa Kini: Ketika Kenyamanan Jadi Prioritas Pekerja Urban