Suara.com - Perut buncit memang menjadi momok bagi sebagian dari kita, terutama wanita. Maka tidak heran, mereka berusaha mencari cara mengecilkan perut buncit pada wanita secara cepat dan tentunya aman terutama tanpa olahraga. Memangnya, bagaimana cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga?
Pada dasarnya, perut buncit diakibatkan tumpukan minyak berlebih di bagian perut. Namun, perut buncit pada wanita juga bisa terjadi seiring bertambahnya usia, terlebih saat memasuki masa menopause. Hal ini dipicu oleh penurunan hormon estrogen yang berperan membantu penyebaran lemak dalam tubuh.
Berikut tujuh cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga, terutama untuk wanita.
Hitung kebutuhan kalori per hari
Melansir dari Livestrong, salah satu cara mengecilkan perut buncit pada wanita tentu saja adalah menurunkan berat badan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan asupan kalori per hari sesuai kebutuhan.
Menurut pedoman diet Departemen Pertanian AS, seorang wanita di kisaran usia 31-50 tahun setiap harinya membutuhkan 1.800-2.200 kalori, tergantung aktivitas sehari-hari.
Nah, salah satu cara mengecilkan perut buncit adalah memberikan asupan kalori sesuai dengan saran tersebut. Cara menghitungnya pun cukup mudah karena kini sudah ada kalkulator penghitung kalori di internet.
Pengelolaan stres
Poin satu ini mungkin kerap diabaikan, padahal stres bisa memicu peningkatan nafsu makan dan penurunan kualitas tidur sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak di perut.
Baca Juga: 4 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Salah Satunya Bantu Turunkan Berat Badan
Oleh karena itu, penting untuk menjaga tingkat stress dengan melakukan hal-hal menyenangkan dan tentunya berilah waktu tidur untuk pikiran dan badan kamu setidaknya 7 jam setiap malam.
Kurangi konsumsi gula
Makanan yang manis memang selalu menggoda, namun perlu diingat bahwa kita memiliki batasan mengkonsumsi gula setiap harinya. Jika hal tersebut terlupakan, menghilangkan perut buncit pada wanita hanya akan menjadi sebatas angan.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang tidap harinya adalah 200kkal, atau 10 persen dari total energi. Jumlah ini setara dengan empat sendok makan atau 50 gram.
Perbanyak makanan tinggi protein
Lisa Young, PhD, RD, seorang ahli diet teregistrasi menjelaskan bahwa makan makanan tinggi protein merupakan salah satu cara mengecilkan perut buncit pada wanita. Apalagi, makanan tinggi protein sebenarnya cukup mudah kita temui, seperti telur, kacang-kacangan, dan ikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?