Suara.com - Masalah karir merupakan tema yang tak habis-habisnya dibahas oleh para pencari kerja maupun profesional yang berpengalaman. Apalagi pekerjaan bukan hanya tentang melakukan tugas tetapi juga mencari penghasilan, seperti gaji untuk menunjang hidup.
Tapi bekerja lebih dari sekadar gaji melainkan juga memiliki aspek lain seperti ambisi untuk meningkatkan kemampuan serta berharap bisa mendapat jabatan yang tinggi.
Omong-omong soal pekerjaan, ada perbedaan pekerjaan zaman dulu dan zaman sekarang. hal ini diungkap oleh Psikolog Mellissa Catalina saat berbicara dalam acara Webinar Career vs Family, How To Have A Healthy Work-Life Balance, Sabtu (6/11/2021).
"Bahkan orangtua kita, ketika memandang pekerjaan kita, tentu beda banget sama zaman mereka," ungkap Mellissa Catalina.
"Kita bekerja merupakan bagian dari hidup. Dan di zaman sekarang, semua pekerjaan bisa diakses lewat digital. Seperti mengirim email misalnya," lanjut Mellissa.
Perkembangan teknologi digital juga membuat masyarakat bisa melakukan beragam macam sekaligus salah satunya bekerja sambil berbelanja. Berbeda dengan zaman dulu, di mana belum ada yang namanya perkembangan digital termasuk perangkat handphone, sehingga tidak bisa ke mana-mana selain di kantor.
Dilema Jadi Sandwich Generation
Dalam acara yang sama Mellissa juga mengungkapkan fenomena lain yang banyak dialami oleh pekerja muda.
Fenomena tersebut adalah fenomena sandwich generation. Kondisi ini menggambarkan ketika anak harus ikut membantu membiayai orangtua yang telah memasuki masa pensiun. Bersamaan dengan itu, mereka juga dibebani untuk membiayai kebutuhan keluarga beserta adik-adiknya.
Meski membantu keluarga adalah hal yang wajar, tapi jika tidak ada kebutuhan diri sendiri seperti tabungan masa depan, itu membuat anak kewalahan dan tidak punya pegangan investasi.
Baca Juga: LENGKAP Sifat zodiak Taurus yang Tak Banyak Diketahui Orang, Ternyata Begini
Lebih parahnya, anak bisa saja dijadikan alat investasi oleh keluarganya, di mana anak dituntut untuk membahagiakan orangtua lewat materi, dengan alibi ‘berbakti kepada orangtua’.
Di samping itu, masih ada sebagian orang yang kewalahan ketika menghadapi situasi sebagai sandwich generation, di mana ketika bekerja, anak ingin punya tabungan dan bisa membahagiakan dirinya sendiri.
"Banyak yang kewalahan menghadapi situasi ini. Mungkin kita atau kalian belum mengalami ini. Dan ini terjadi pada orangtua yang memasuki usia pensiun dan tidak kerja, sehingga mau nggak mau kita yang bantuin," ungkap Mellissa Catalina.
Menurutnya, anak yang terjebak menjadi generasi sandwich kerap merasa ditekan ketika harus membiayai semua kebutuhan keluarga dalam satu rumah. Mulai dari generasi atas hingga generasi di bawah seperti membiayai adik kandung.
"Jadi double tuh, dan mau nggak mau kita perlu duit yang banyak untuk mempersiapkan hal ini. Belum lagi orangtua tambah usia dan perlu biaya buat kesehatan," lanjutnya.
"Kalau di zaman orangtua kita dulu, mereka punya saudara yang banyak dan bisa patungan buat bantu orangtua. Tapi di generasi sekarang cuma dua dan hanya anak tunggal. Mau nggak mau kita nggak bisa patungan ke siapa-siapa, dan itu malah jauh lebih berat," ungkap Mellissa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
5 Rekomendasi Warna Lipstik MAC yang Paling Populer dan Ikonik
-
5 Cushion Terbaik untuk Kulit Sensitif Usia 45 Tahun ke Atas
-
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
-
Bayar Fidyah Puasa 1 Hari Berapa Rupiah dan Kg Beras? Begini Ketentuan yang Benar
-
5 Rekomendasi Moisturizer Jepang, Formula Negeri Sakura Hempas Flek Hitam
-
4 Rekomendasi Serum Finally Found You untuk Kulit Glowing, Nomor 1 Andalan Wulan Guritno
-
Ramalan Keuangan Shio 29 Januari 2026: Siapa Dapat Rezeki Nomplok di Akhir Bulan?
-
7 Makanan Khas Imlek Selain Kue Keranjang yang Halal dan Penuh Makna
-
Serum Anti Aging Boleh Dipakai Mulai Umur Berapa? Cek 5 Produk Mulai Rp28 Ribuan
-
5 Rekomendasi Eye Mask Retinol untuk Atasi Kerutan di Sekitar Mata, Pas buat Usia 45-an