Suara.com - Mungkin bagi sebagian anda sudah tidak asing lagi dengan istilah weton, yang kerap dipakai menentukan seberapa cocok pasangan Anda. Lalu apa saja weton pria idaman menurut Budaya Jawa?
Di dalam budaya Jawa sendiri perhitungan weton banyak sekali digunakan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari memilih jodoh sampai menentukan tanggal pernikahan. Sehingga umum jika para wanita Jawa mencari weton pria idaman.
Pada kesempatan ini kami akan mengulas tentang 7 weton pria idaman menurut perhitungan kalender Jawa, mari simak!
7 Weton Pria Idaman
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penggunaan weton masih sangat erat sekali dengan budaya Jawa, salah satunya adalah untuk menentukan jodoh. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang 7 weton pria idaman, kita akan sedikit mengupas apa yang dimaksud dengan weton secara singkat.
Weton adalah sebuah perhitungan yang didapatkan dari gabungan hari pada kalender masehi dan pasaran dalam penanggalan Jawa. Secara total menurut Primbon Jawa terdapat 35 weton, berikut adalah 7 weton pria idaman yang dimasukkan dalam kategori pria setia.
1. Minggu Legi
Secara karakteristik pria yang lahir pada minggu legi cenderung memiliki sifat cuek dan tak acuh pada hal—hal sekitarnya. Namun menariknya pria yang lahir pada hari ini justru sangat perhatian kepada pasangannya.
Nah, sifat cuek dan bodo amat tersebutlah yang membuatnya tidak tertarik pada hal-hal lain termasuk wanita. Artinya ia akan lebih setia kepada pasangannya.
Baca Juga: 4 Weton Pria Mudah Selingkuh, Apakah Kamu Termasuk?
Kategori yang kedua adalah pria yang lahir pada minggu pahing, pria yang lahir pada hari ini cenderung bersifat hemat dan pandai dalam mengelola keuangan. Tentunya setiap pendapatan yang ia dapatkan akan ia gunakan hanya untuk menyenangkan pasangannya.
Artinya pria yang lahir pada minggu pahing tidak akan menggunakan setiap penghasilannya
3. Minggu Pon
Pria yang lahir pada minggu pon umumnya memiliki sifat sangat setida dan tidak mudah untuk melakukan tindakan-tindakan tercela seperti selingkuh.
Hal ini dikarenakan ia sangat mengutamakan keluarga dibandingkan dengan hal-hal lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?