Suara.com - Seorang perempuan yang tak mau rugi saat makan sushi all you can eat mesti berakhir di rumah sakit. Semua itu berawal ketika Danielle Shapiro, tengah makan sushi restoran Sushi 85 di Mountain View, California, bulan lalu.
Setelah melahap berbagai makanan termasuk 32 gulungan sushi, kelezatannya yang belum dimasak membuatnya merasa agak mentah di dalam.
Setelah pesta itu, Shapiro dilarikan ke ruang gawat darurat dengan sakit perut yang parah. Di situlah dia didiagnosis menderita penyakit refluks gastroesofagus, yang biasa dikenal dengan refluks asam.
Shapiro berbagi pengalaman di TikTok pada 23 Desember, di mana dia memamerkan segunung makanan yang dia konsumsi dalam sekali duduk, dan perjalanan berikutnya ke rumah sakit yang meninggalkannya dengan infus di tangannya.
Peringatannya kepada pecinta sushi telah menjadi viral dengan lebih dari 11,3 juta tampilan.
“Semua Anda bisa makan sushi jadi salah…,” tulisnya pada keterangan fotonya. Dalam sebuah video yang dibagikan pada 22 Desember, dia menjelaskan lebih detail tentang pengalamannya.
“Saya penggemar berat sushi. Saya suka memakannya beberapa kali sebulan jika saya beruntung, ”kata Shapiro, menambahkan bahwa dia telah merencanakan perjalanan untuk makan makanan Jepang dengan temannya. “Kami berdua menantikan 'pengalaman sushi makan sepuasnya.'”
“Makan malam kami berlangsung sekitar dua jam karena kami sangat kenyang sehingga kami harus terus istirahat,” tambahnya. Dia mulai dengan sup miso, empat gyozas, dan popper jalapeo. Dia kemudian pindah ke delapan gulungan naga hijau, delapan gulungan salju, delapan gulungan California, delapan gulungan wakame dan satu porsi edamame.
Shapiro kemudian mengungkapkan apa yang terjadi setelah makanannya yang mengerikan. “Segera setelah makan malam kami sangat kenyang sehingga kami harus duduk di mobil saya selama sekitar 30 menit sebelum pulang ke rumah,” katanya.
Baca Juga: Polisi Usut Video Viral Ambulans Tak Diberi Jalan Pengendara Hingga Pasien Meninggal
Ia merasa perutnya terasa sangat kencang dari semua sushi dan mungkin nasi yang mengembang. Lalu ia mencoba tidur.
“Malam itu saya pergi tidur di rumah pacar saya dan saya mengalami sakit perut yang paling parah tetapi tidak terlalu memikirkannya karena saya makan banyak! Saya bukan orang pagi jadi ketika saya bangun sekitar jam 6 pagi keesokan harinya saya tahu ada yang tidak beres, ”katanya.
Dia menambahkan, “Perut dan dada saya sangat sakit dan sulit untuk mengambil napas dalam-dalam.” Pacarnya dan neneknya dilaporkan mengantarnya ke rumah sakit, di mana dia didiagnosis menderita refluks asam dan diberi obat untuk mengurangi rasa sakitnya.
Orang mengalami refluks asam ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menurut Mayo Clinic. Refluks asam sangat umum, dan dapat terjadi pada hampir semua orang, karena sekitar 60 juta orang Amerika mengalami gejala pada bulan tertentu, sementara para peneliti memperkirakan sekitar 20% orang di AS menderita penyakit refluks gastroesofagus.
Gejala termasuk mulas, nyeri dada, regurgitasi makanan atau cairan asam dan kesulitan menelan.
Setelah menjalani perawatan, Shapiro mengaku butuh beberapa hari untuk pulih dan merasa normal kembali.
Meskipun trauma, dia tidak akan berhenti dari hidangan favoritnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?