Suara.com - Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Memiliki kekayaan kopi dengan profil dan keunikan yang beragam, membuat kopi Indonesia juga dicintai di seluruh dunia.
Untuk mengenalkan hal tersebut ke lebih banyak pecinta kopi di Indonesia, Starbucks baru saja membuka Dewata Coffee Experience Center, pada Jumat (24/1/2022).
Terletak di dalam kompleks Starbucks Dewata, Coffee Experience Center ini merupakan tambahan fasilitas terbaru dalam serangkaian pengalaman interaktif yang merayakan perjalanan seed-to-cup, menyatukan sumber kopi, penyangraian, penyeduhan, dan penyajian untuk dijelajahi pelanggan di satu tempat.
Coffee Experience Center memiliki area seluas lebih dari 140 meter persegi (sekitar 1.500 kaki persegi) dengan desain yang terinspirasi oleh kekayaan warna tembaga dan keranjang Besek tradisional Bali, dibuat dengan bahan yang sama dengan Dewata Coffee Sanctuary, termasuk bata terakota dan lantai teraso.
Para pelanggan yang mengunjungi Coffee Experience Center dapat melihat bagaimana kopi disangrai hingga menghasilkan kualitas terbaik, berinteraksi dengan partner (sebutan untuk karyawan) yang mengoperasikan alat penyanggraian, dan menjelajahi kopi melalui aktifitas interaktif yang diselenggarakan di tempat.
“Tahun ini menandai 20 tahun kehadiran ritel Starbucks di Indonesia. Kami sangat bangga, bahwa kami membuat tonggak sejarah dengan membuka Dewata Coffee Experience Centre, menyajikan berbagai kopi Starbucks, semua kopi yang ditanam, bersumber, dan disangrai secara local, eksklusif hanya di Indonesia, dimulai dengan kopi dari wilayah Aceh," kata Liryawati, Chief Marketing Officer Starbucks di PT Sari Coffee Indonesia dalam pembukaan beberapa waktu lalu.
Dimulai dengan kopi dari wilayah Aceh, Dewata Coffee Experience Center, kata dia, dapat memperkuat kepemimpinan dan semangat Starbucks terhadap kopi, serta selalu berkomitmen terhadap kekayaan dan budaya kopi Indonesia.
Liryawati menambahkan, sejalan dengan misi global Starbucks untuk menginspirasi dan memelihara semangat kemanusiaan, Dewata Coffee Experience Center juga merupakan destinasi kopi yang mendalam, dirancang untuk merayakan hubungan antara pelanggan, komunitas, dan petani kopi kami yang merupakan bagian terpenting dalam penyajian kopi di Starbucks.
Pihaknya percaya bahwa dengan memperhatikan dedikasi, kepedulian dan keterlibatan dalam pembuatan kopi, akan semakin lebih menghargai dan memastikan masa depannya.
Baca Juga: Ngaku Pecinta Kopi, Isyana Sarasvati Tak Bisa Lepas dari Kopi Setiap Hari Sejak Kuliah
"Kami pun ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk mendukung petani kopi di Indonesia dengan mempererat kerja sama dengan Farmer Support Center untuk memastikan keberlanjutan masa depan kopi untuk semua," ujarnya.
Bukan cuma itu, di Coffee Experience Center, para pelanggan dapat mempelajari bagaimana Starbucks secara bertanggung jawab menjalankan praktik pengadaan kopi, dan bagaimana perusahaan bekerja sama dengan para petani kopi Indonesia melalui Farmer Support Center di Sumatera Utara.
Semua ini tentu saja dilakukan untuk memastikan praktik pertanian secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan, kualitas, dan meningkatkan hasil panen.
Gedung berlantai satu ini menyambut para pelanggan dari hari Senin hingga Minggu dari pukul 8 pagi hingga 10 malam dengan kapasitas hingga 30 kursi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari