Suara.com - China gunakan juru masak robot selama pelaksanaan Olimpiade musim dingin di Beijing. Robot itu digunakan untuk meminimalisir penularan Covid-19 akibat varian omicron.
Koki dan robot server tersebut bertugas untuk menyiapkan dan menyajikan makanan kepada para peserta di Pusat Media Utama Olimpiade, menurut laporan Food & Wine baru-baru ini.
"Sistem persiapan makanan dan layanan makanan yang cerdas di sini tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi pasokan makanan, tetapi juga meningkatkan tenaga kerja secara maksimal dan menghindari interaksi manusia yang berlebihan dalam konteks pencegahan dan pengendalian virus corona," demikian keterangan resmi dari penyelenggara, dikutip dari Fox News.
Tersedia restoran yang beroperasi 24 jam selama olimpiade berlangsung, dengan beragam jenis masakan seperti makanan Cina, makanan Eropa, hingga cepat saji.
Meja makan dilengkapi dengan penghalang kaca plexiglass sebagai perisai tiap tamu. Saat akan memesan makanan tidak ada pelayan yang akan menyambut, tetap tamu harus memesan makanan melalui ponsel.
Di dapur akan nampak robot juru masak yang membuat hamburger. Robot kedua merebus nasi dan mie, sementara robot lain merangkap sebagai bartender yang menyiapkan koktail dalam 90 detik,.
Bagi penggemar kopi, ada robot khusus untuk membuatkannya. Tidak hanya menggiling biji kopi, tetapi juga menyeduhkan dalam waktu kurang dari empat menit.
Setelah makanan siap, lengan robot dari platform elektronik akan beraksi untuk mengantarkan makanan kepada tamu layaknya pelayan pribadi. Gerakannya mirip seperti burung bangau yang dimainkan anak-anak di arcade, menurut NBC Sports.
Pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin itu dilakukan dengan metode gelumbung tertutup. Di mana peserta yang sudah masuk area Olimpiade tidak diizinkan keluar hingga turnamen selesai. Selain peserta, orang dari luar area Olimpiade juga tidak diizinkan masuk.
Baca Juga: AS Uji Coba Robot Anjing Penjaga Perbatasan, Bisa Lewati Medan yang Tidak Ramah
Berita Terkait
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?
-
Jepang dan NVIDIA Bangun AI Fisik, Robot Cerdas Siap Revolusi Industri Global
-
Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak
-
Lagi Diuji Coba, Robot Humanoid Ini Serang Manusia Pakai Kungfu
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci