Suara.com - Belajar dari viralnya macet abadi di Puncak, Bogor, terutama saat long weekend, membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berencana membuat cable car sebagai transportasi menuju puncak.
Seperti diketahui, kemacetan arus lalu lintas di jalur Puncak Bogor pada libur panjang long weekend pada 26-28 Februari 2022 sempat viral lantaran kemacetan berlangsung hingga 12 jam sebelum akhirnya bisa terurai.
"Jadi kereta gantung itu salah satu opsi, ini sudah dikembangkan, bagaimana cable car bukan hanya ramah lingkungan, tapi memiliki sensasi yang berbeda," ujar Sandiaga dalam konferensi pers, Selasa (1/3/2022).
Sandiaga mengatakan, ia terinspirasi dari beberapa destinasi pegunungan di luar negeri yang juga menggunakan fasilitas cable car.
Ia lantas menilai, cara yang sama bisa diaplikasikan di jalur Puncak-Bogor untuk mengurai kemacetan, yang dianggap sebagai solusi permanen.
Apalagi kemacetan di jalur Puncak-Bogor setiap long weekend seolah sudah menjadi cerita lama yang tak kunjung ditemui solusi efektifnya.
Sandiaga sendiri amat menyadari bahwa kawasan Puncak-Bogor memang memiliki udara yang segar, ditambah posisinya yang sangat mudah dijangkau dan dekat dengan Jakarta, sehingga kerap jadi destinasi wisata favorit warga Jabodetabek.
"Jika ada libur panjang selalu ke Puncak. Nah, Puncak Bogor ini, jadi favorit karena udara segar dan biayanya terjangkau, namun jalannya ini sangat sempit," ungkap Sandiaga.
Tidak hanya permasalahan jalan, tapi juga perilaku wisatawan dan kondisi kendaraan yang dibawa wisatawan juga memperparah kemacetan di jalur Puncak Bogor.
Salah satunya perilaku wisatawan yang ingin saling serobot atau mendahului dan tidak sabar memperparah kemacetan, ditambah banyaknya pengendara yang melanggar rekayasa buka tutup yang kerap diterapkan petugas lalu lintas.
"Untuk wisatawan, imbauan saya, sebelum berlibur persiapkan kendaraan dulu jangan sampai mogok, fungsinya tidak bisa dengan kemacetan terjadi mogok dan ini memperparah arus," tutup Sandiaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman