Suara.com - Perayaan Hari Raya Nyepi 2022 jatuh pada Kamis, 3 Maret 2022 besok. Tahukah kamu, darimana asal sejarah perayaan nyepi ini?
Ya, nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap), yang sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan kalender saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.
Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru saka di Bali dimulai dengan menyepi, tanpa melakukan aktivitas seperti biasa. Tak cuma itu, semua kegiatan termasuk pelayanan umum, yang juga ditiadakan.
Beriku ini empat fakta menarik lainnya dari Perayaan Nyepi ini. Yuk simak ulasannya!
1. Hari Nyepi Dilakukan di Daerah Bali
Meski perayaannya berlangsung secara internasional, tetapi Hari Raya Nyepi hanya dilakukan di daerah Bali saja. Selain merayakan Tahun Baru Saka, perayaan ini menjadi media introspeksi, kebangkitan, dan pembaruan di tahun baru.
2. Bandara International I Gusti Ngurah Rai Ditutup
Hari Raya Nyepi identik tidak ada kegiatan atau aktivitas seperti biasanya. Begitu juga dengan pelayanan transportasi seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang ditutup selama perayaan nyepi. Bahkan, bandara tidak melayani jadwal penerbangan demi menghormati tradisi yang telah ada secara turun-temurun.
3. Polisi Adat
Disebut dengan Pecalang, polisi adat bertugas untuk membantu menciptakan suasana yang kondusif selama nyepi. Biasanya, polisi adat terdiri dari masyarakat Bali yang beragama non Hindu. Tak hanya melakukan tugas sosial, tugas ini sebagai wujud persatuan dan juga kebhinekaan yang ada di Bali.
4. Fasilitas Umum Berhenti Beroperasi Selama Nyepi
Selain bandara Bali ditutup selama perayaan nyepi, fasilitas umum juga ikut berhenti beroperasi. Bukan berarti berhenti operasi total, hanya saja ada beberapa objek vital yang tetap buka, tentunya hanya bersifat darurat.
Berikut adalah ulasan mengenai sejarah nyepi beserta fakta-faktanya. Semoga fakta ini dapat menambah wawasan Anda ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim