Suara.com - Kasus penipuan berkedok binary option yang dilakukan duo "Crazy Rich", Indra Kenz dan Doni Salmanan telah menyita perhatian publik. Belum selesai kasus itu, kini muncul kasus penipuan lebih sadis dari dunia trading yang diduga dilakukan oleh bos robot trading Fahreinheit, Hendry Susanto.
Nama Hendry mencuat setelah disinggung oleh Crazy Rich Priok, Ahmad Sahroni di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu. Aplikasi auto software trading yang dimiliki oleh Hendry Susanto diduga memakan korban hingga triliunan rupiah.
Akibatnya, Hendry yang merupakan CEO PT. FSP Academy Pro ikut diselidiki negitu kasus penipuan binary option terkuak. Hal ini dibenarkan dengan laporan oleh sejumlah nasabah PT FSP Academy Pro. Mereka melaporkan kasus penipuan ke Polda Bali, (14/03/2022) lalu.
Korban mengungkap kesulitan untuk menghubungi Hendry Susanto karena media sosialnya sudah dinonaktifkan. Hendry diduga membawa kabur uang nasabah mencapai Rp 5 triliun sejak aplikasi tradingnya ditutup Februari lalu.
Padahal, ia sempat menjanjikan akan melakukan penarikan uang ke nasabah pada awal Maret. Namun, kenyataannya malah uang nasabah semakin menipis hingga minus. Hal tersebut tentu merugikan banyak pihak, terutama para nasabah yang berniat untuk menginvestasikan uang tersebut untuk masa depan.
Tak hanya itu, aplikasi trading milik Hendry diduga sengaja dimanipulasi agar uang nasabah terus tergerus karena adanya perbedaan kurs dollar dan rupiah. Kecurigaan nasabah ini muncul ketika pihak PT FSP Academy Pro tidak merespons keluhan nasabah, bahkan secara sengaja membiarkan tanpa ada konfirmasi.
Nasabah pun geram akibat janji manis Hendry yang tidak ditepati,bahkan mereka merugi hingga miliaran rupiah. Mereka kemudian melaporkan kasus itu ke Polda Bali, dengan harapan uang bisa dikembalikan sesuai jumlah awal.
Nasabah juga berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran untuk para trader agar tidak mencoba melakukan penipuan lagi.
Sebagai informasi, Hendry Susanto dikenal sebagai bos trading yang mengklaim bahwa perusahaannya adalah perusahaan robot trading pertama di Indonesia dan terpercaya. Bukan hanya itu, Hendry juga memiliki usaha di bidang saham crypto dengan membangun perusahaan bernama PT FSP Academy Pro yang berbasis di Jakarta.
Kasus Hendry menambah panjang daftar dugaan penipuan di dunia trading. Sebelumnya, Crazy Rich Medan Indra Kenz dijadikan tersangka setelah diduga melakukan penipuan sebagai affiliator trading di Binomo.
Kasus itu terungkap setelah sejumlah orang dirugikan dan melaporkan ke pihak kepolisian. Dengan segala upaya, akhirnya Indra Kenz ditangkap dan dikenakan pasal berlapis akibat penipuan yang dilakukannya.
Bukan cuma Indra Kenz, affiliator lain yang dikenal sebagai Crazy Rich Bandung, Doni Salmanan juga ikut terseret dalam kasus ini. Doni Salmanan juga menghadapi nasib yang sama dengan Indra Kenz, di mana dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dan seluruh aset disita.
Video yang mungkin Anda lewatkan:
Kontributor : Dea Nabila
Tag
Berita Terkait
-
Profil Monica Christy, YouTuber Wanita Bongkar 34 Affiliator Trading Binary Option Selain Doni Salmanan dan Indra Kenz
-
Jadwal Maju, Rizky Febian Diperiksa Polisi Terkait Kasus Doni Salmanan Siang Ini
-
Terseret Kasus Doni Salmanan, Rizky Febian dan Reza Arap Segera Diperiksa
-
Enam Publik Figur Bakal Diperiksa Polisi Sebagai Saksi Kasus Doni Salmanan, Ada Rizky Febian anak Komedian Sule
-
Rizky Febian Terseret Kasus Doni Salmanan, Segera Diperiksa Polisi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!