Suara.com - Menyiapkan menu buka puasa menjadi salah satu hal yang menyenangkan, apalagi jika untuk disantap satu keluarga. Sebagai referensi, kamu bisa mencoba menu buka puasa khas Sunda.
Mulai dari menu berkuah, sayur-sayuran, sampai goreng-gorengan, semuanya ada, lho! Berikut 6 menu buka puasa khas Sunda. Selamat mencoba!
Kolek merupakan salah satu menu buka puasa khas Sunda yang cukup populer. Kuah santan gula merah yang diisi dengan pisang, ubi jalar, dan kolang-kaling ini memang dikenal dengan rasanya yang manis dan menghangatkan tenggorokan.
Cocok untuk membasahi tenggorokan yang kering seharian. Meski begitu, beberapa orang juga menyukai kolak dengan tambahan es batu.
Memasuki bulan Ramadhan, nasi timbel khas Sunda menjadi salah satu makanan andalan untuk menemani waktu berbuka. Disajikan dengan bungkus daun pisang, tidak hanya rasanya yang nikmat, aromanya pun memikat.
Sebagai lauk, kamu bisa memadukannya dengan ayam goreng, asin jambal roti, perkedel kentang, tempe, tahu, dan pastinya sambal.
Baca Juga: 5 Jenis Gorengan Ini Ada dalam Menu Takjil Buka Puasa, Mana Favoritmu?
Jika kamu seorang penggemar olahan mie, mie kocok menjadi salah satu menu makanan andalan berbuka bagi warga Sunda. Salah satu keunikan makanan satu ini adalah cara membuatnya dengan dikocok-kocok dalam wadah khusus sembari dicelupkan ke air panas.
Sebagai pelengkap, mie kocok biasa disajikan dengan bakso, irisan kikil, tauge, bawang goreng, dan daun seledri.
Menu buka puasa khas Sunda selanjutnya adalah karedok. Dengan campuran sayur-sayuran mentah yang segar dan sambal kacang, karedok siap mengisi perut yang sudah dikosongkan seharian.
Beberapa sayuran yang biasa digunakan untuk karedok adalah kacang panjang, daun kemangi, leunca, mentimun, kol, dan tauge.
Cilok Goang
Siapa yang tidak tahu makanan berbahan dasar aci satu ini? Bentuknya yang bulat, rasanya yang kenyal, berpadu sempurna dengan kuah bumbu goang yang terdiri atas cabai rawit, bawang merah, kencur, kemiri, dan bumbu penyedap lain.
Eits, tapi ingat! Jangan lupa untuk mengatur tingkat kepedasan supaya tidak menyiksa!
Sesuai dengan namanya, menu buka puasa khas Sunda satu ini terbuat dari daging sapi yang digepuk atau dipukul berulang-ulang sampai empuk.
Setelah digepuk sampai pipih, daging tersebut dibumbui dengan rempah dan digoreng sampai bumbunya meresap. Rasanya yang manis dan gurih cocok untuk menemani nasi putih hangat sebagai menu buka puasa.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Ini Dia Sensasi Baru RicheeseGPT: Ayam Goreng dengan Keju Parmesan Melimpah Tanpa Pedas Menyengat!
-
Terpopuler: 50 Kartu Ucapan Imlek, Parfum Halal untuk Salat Tarawih
-
6 Shio Paling Hoki dan Cuan Jelang Imlek, Ada Macan hingga Ayam
-
Ramalan Keuangan Zodiak 16 Februari 2026: Gemini hingga Leo Panen Rezeki
-
Biar Cerah, Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Blush On Warna Apa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Sunscreen yang Bagus untuk Kulit Berjerawat Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi dengan Zinc Oxide
-
Sepeda Kalcer Federal Masih Produksi? Ini 3 Alternatif Sepeda Retro Klasik Paling Keren
-
Ramalan Shio Besok 16 Februari 2026, Siapa Paling Hoki Jelang Imlek?
-
Foundation Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai dari Rp6 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepeda Lipat yang Diizinkan Masuk Gerbong KRL, Harga Mulai Rp800 Ribuan