Suara.com - Dalam mememilih cat kayu, belakangan masyarakat tidak hanya mencari dari segi kualitas, namun juga dengan pertimbangan ramah lingkungan dan juga baik untuk kesehatan. Maka tidak heran jika lini produk Cat Kayu dari Mowilex menjadi Cat Kayu pilihan pelanggan terbanyak.
Atas capaian tersebut, cat tersebut bahkan mendapatkan penghargaan dari ajang Brand Choice Award. Menanggapi hal tersebut, CEO PT Mowilex, Niko Safavi, mengatakan bahwa mereka telah membuat cat kayu sejak 1970 dan menjadi perusahaan pertama yang memproduksi pelapis kayu berbahan dasar air. Hal tersebut kata Niko merupakan prestasi yang membanggakan bagi perusahaan.
"Cat pelapis kami yaitu Woodstain telah dipercaya oleh banyak pengrajin ukiran kayu dan produsen furniture di seluruh penjuru Indonesia atas formulanya yang mampu meningkatkan estetika kayu sekaligus melindunginya," kata Niko.
Sementara varian cat tersbaru, Cendana Kayu dan Besi, baru-baru ini juga bekerja sama dengan salah satu organisasi nirlaba dan melakukan proyek pengecatan ulang pada beberapa RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di wilayah DKI Jakarta karena formulanya yang aman tanpa timbal.
"Timbal merupakan zat yang sering ditemukan pada cat dan sangat berbahaya jika terhirup, keracunan kadar timbal yang tinggi beresiko kejang, sakit kepala, Ensefalopati, peningkatan tekanan di dalam tengkorak, delirium (gangguan mental yang ditandai oleh halusinasi) hingga koma," kata Niko.
Niko menambahkan, sebagai komitmen, mereka rela menggunakan bahan alternatif yang ramah lingkungan meskipun lebih mahal namun aman untuk para pelanggan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan