Suara.com - Sajian ketupat saat lebaran sudah menjadi tradisi dan khas setiap tahunnya di Indonesia. Terdiri dari nasi yang dipadatkan dibungkus dengan daun kelapa.
Lalu yang jadi pertanyaan, bagaimana asal mula ketupat jadi makanan khas lebaran?
Mengutip Ruang Guru, Sabtu (30/4/2022) dalam Malay Annual, karya tulis Hermanus Johannes de Graaf, Sejarawan Belanda mengungkap ketupat pertama kali muncul di Tanah Jawa pada abad ke-15, masa pemerintahan Kerajaan Demak.
Kala itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat untuk berdakwah menyebarkan agama Islam ke Tanah Jawa, yang disebut sulit karena masyarakat Jawa sudah punya sistem kepercayaan Kejawen.
Hasilnya Sunan Kalijaga menggunakan budaya untuk menyebarkan islam, salah satunya ketupat yang akhirnya menyebar luas dan diterima masyarakat, dan memeluk islam.
Makna Ketupat
Makna daun kelapa muda yang kerap digunakan sebagai janur, memiliki kepanjangan jannah nur atau cahaya surga.
Selain itu janur juga dianggap kepanjangan dari jatining nur, yang dalam bahasa Jawa artinya hati nurani.
Sehingga filosofinya saat lebaran, harus membersihkan hati dari hal negatif sehingga bisa kembali ke fitri, kembali suci dengan saling memaafkan.
Baca Juga: Sebelum Mudik, Lakukan Tips Ini saat Meninggalkan Mobil di Rumah
Pembuatan ketupat dianyam dengan rumit juga punya makna tersendiri. Kerumitan anyaman ketupat menggambarkan keragaman masyarakat Jawa yang harus dilekatkan dengan tali silaturahmi. Sementara itu, beras dimaknai sebagai nafsu duniawi.
Lalu bentuk segiempat menggambarkan prinsip kiblat papat, limo pancer atau empat arah satu pusat, yang berarti ke mana pun manusia melangkah, pasti akan kembali pada Allah.
Bentuk dengan empat sisi melambangkan empat macam nafsu dasar manusia, yaitu amarah (emosi), lawwamah (lapar dan haus), sufiah (nafsu untuk memiliki sesuatu yang bagus atau indah), dan mutmainah (memaksa diri).
Keempat nafsu dasar ini dikendalikan saat puasa. Dengan memakan ketupat saat lebaran, seseorang sudah dianggap mampu menahan nafsunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jangan Lewatkan Perpaduan Manis-Pedas di Menu Baru Wingstop "Iftar Spice" yang Bikin Nagih
-
5 Rekomendasi Lipstik Pink yang Elegan dan Bikin Awet Muda
-
4 Zodiak Paling Beruntung 25 Februari 2026, Cancer Banjir Cinta dan Kasih Sayang
-
7 Rekomendasi AC 1/2 PK Watt Rendah Paling Murah untuk Rumah
-
7 Sepatu Lari dengan Cushion Terbaik, Kaki Nyaman Tanpa Takut Cedera
-
25 Link Download Amplop Lebaran Lucu, Gratis dan Bisa Langsung Cetak
-
Terpopuler: Cara Download Bukti Pemesanan Uang Baru, Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningrum dan Suami
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Apakah Makan dan Minum Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Hukum Fiqihnya
-
Mindful Beauty: Menemukan Ketenangan Lewat Sentuhan Essential Oil Alami