- Fenomena kulit sensitif meningkat akibat gaya hidup dan pengaruh tren perawatan kulit di media sosial.
- Studi global menunjukkan prevalensi kulit sensitif mencapai 71 persen yang dipicu kerusakan lapisan pelindung serta faktor polusi udara.
- Dokter Hafiza Fikri mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan produk secara berlebihan dan lebih bijak mengikuti tren perawatan kulit.
Suara.com - Fenomena kulit sensitif kini semakin banyak dikeluhkan masyarakat, terutama di tengah buruknya polusi udara hingga perawatan kulit yang berlebihan.
Penemuan kasus kulit sensitif ini diungkap President Director PT Regenesis, Emmy Noviawati, yang mengatakan adanya perubahan gaya hidup masyarakat akibat derasnya informasi di media sosial, termasuk yang memengaruhi kondisi kesehatan kulit masyarakat saat ini.
Menurut dia, saat ini semakin banyak masyarakat yang mengedepankan kualitas kulit alih-alih hanya sekadar awet muda.
“Skin quality kulit makin mudah sensitif, dari maraknya media sosial jadi pemicu, kulit sensitif dari lifestyle,” kata Emmy saat konferensi pers workshop ISISPHARMA Dermfluencer Movement: Influence with Impact di Jakarta, Sabtu (24/6/2026).
Fenomena meningkatnya keluhan kulit sensitif sebenarnya juga tercermin dalam berbagai penelitian internasional.
Studi meta-analisis yang dipublikasikan di Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology menemukan bahwa prevalensi global individu yang mengaku memiliki kulit sensitif atau sensitive skin syndrome (SSS) mencapai 71 persen.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap lebih dari 51.783 responden di 18 negara. Bahkan sekitar 40 persen responden mengaku memiliki kondisi kulit “sedang” hingga “sangat sensitif”.
Sementara itu, tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Medicine menyebut sekitar 60 hingga 70 persen perempuan dan 50 hingga 60 persen laki-laki di dunia melaporkan memiliki tingkat sensitivitas kulit tertentu.
Penelitian tersebut juga menyebut kulit sensitif kini menjadi kondisi yang semakin umum ditemukan di berbagai negara.
Baca Juga: Gen Z dan Tren Mindful Buying: Cara Anak Muda Mengatur Napas Finansial di Tengah Ketidakpastian
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Hafiza Fikri, Sp.DVE, FINSDV, PGC mengatakan, peningkatan kasus kulit sensitif di Indonesia dipicu kombinasi faktor lingkungan dan kebiasaan masyarakat yang terlalu agresif dalam menggunakan produk skincare.
“Sekarang kita berada dalam era lingkungan yang polusinya bertambah, UV sangat ekstrem karena Indonesia merupakan negara ekuator,” kata dr. Hafiza.
Namun menurutnya, faktor yang lebih signifikan justru berasal dari fenomena over treatment dan penggunaan skincare berlebihan tanpa pendampingan dokter.
“Sekarang kenyataannya banyak pasien di media sosial ikut tren skincare. Sudah pakai exfoliate, bermacam serum, dan edukasinya setengah-setengah sehingga akhirnya self-harm untuk kulit,” ujarnya.
Ia menambahkan, tren penggunaan bahan aktif seperti AHA, BHA, hingga salmon DNA sering kali dipaksakan kepada semua jenis kulit, termasuk kulit yang sejak awal sudah sensitif atau memiliki riwayat atopik.
“Pasien yang tadinya memang punya kulit sensitif atau atopik malah memaksa pakai exfoliate karena sedang tren. Belum tentu sesuai dengan kondisi kulitnya,” kata dr. Hafiza.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Rekomendasi Sesuai Review
-
Sepatu On Cloud Asli Beli di Mana? Ini 5 Toko Online Terpercaya dan Tips Cek Keasliannya
-
Cara Memilih Sabun Cuci Muka yang Tepat untuk Kulit Sensitif, Hindari 3 Kandungan Ini
-
Siapa Pemilik Mykonos? Intip Profil Pendiri di Balik Wangi Parfum Matcha Latte yang Viral
-
Tips Menata Kamar Tidur Sesuai Feng Shui agar Kualitas Tidur Lebih Baik
-
4 Sepeda Gunung Pacific Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan dengan Frame Alloy
-
Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Apakah Dianggap Baik atau Buruk?
-
5 Primer untuk Menutupi Pori-Pori Secara Instan, Makeup Jadi Flawless
-
5 Sunscreen yang Tidak Lengket di Iklim Panas, Nyaman Dipakai Seharian
-
Makin Serius Menekuni Lari? Inovasi Terbaru Ini Layak Dilirik