Suara.com - Seorang ibu yang amat terobsesi dengan tato baru-baru ini mendapat kritikan karena ikut menorehkan tato temporer pada tubuh bayinya yang baru berusia satu tahun.
Ibu bernama Shamekia Morris itu, seperti dilansir The Sun, pertama kali mulai membuat tato temporer pada putranya, Treylin, ketika dia baru berusia enam bulan.
Dia sering membagikan foto bayinya itu di media sosial, dengan nama NuggetWorld561. Hal tersebut membuat dirinya dituduh membesarkan buah hatinya menjadi 'gangster' dan 'preman' oleh warganet.
"Saya mendapat banyak reaksi, orang mengatakan saya membesarkan anak saya sebagai 'gangster' atau 'preman'; mereka tidak terbiasa melihat bayi bertato," ungkap perempuan yang berprofesi sebagai desainer itu.
“Ketika saya hamil delapan bulan, saya melakukan pemotretan bersalin dengan saudara-saudara saya di sebuah toko tato. Saya diintimidasi di media sosial. Semua komentar negatif, orang-orang mengatakan bayi saya akan lahir dengan banyak tato. Dia akan terkena racun kulit. Itu gila," katanya.
Dan sekarang putranya Trey lahir, dia sering menjadi sasaran komentar negatif warganet, termasuk bahwa anaknya itu akan "ditembak jatuh di jalanan" atau bahwa dia "membesarkannya untuk dipenjara" saat besar nanti.
Tentu saja, perempuan yang berasal dari Florida, Amerika Serikat tersebut merasa begitu sakit hati dengan perkataan orang-orang mengenai anaknya.
"Itu menyakiti perasaanku karena aku tahu aku bukan ibu yang buruk dan aku dipanggil dengan berbagai macam nama. Ini gila," ujarnya.
Namun, dia mengatakan saat ini dia tidak peduli dengan perkataan orang lain arena ini adalah gaya hidup yang dia nikmati.
Baca Juga: Kejutkan Penggemar, Han So Hee Pamer Tato di Tempat Tersembunyi
"Jika Anda menilai seseorang dari video 30 detik di media sosial, itu urusan Anda, tetapi apa yang Anda katakan atau pikirkan tentang seseorang tidak akan menentukan apa yang akan mereka lakukan di masa depan," tambahnya lagi.
Kini, Shamekia, yang mengumpulkan lebih dari 319.000 pengikut di TikTok, menegaskan bahwa Treylin menyukai tato temporernya. Bocah ini juga memiliki walk-in wardrobe sendiri, yang penuh dengan pakaian untuk balita, serta lebih dari 150 pasang sepatu kets.
Dia menyimpulkan, "Pendapat saya tentang menjadi ibu yang hebat adalah menjadi pemandu sorak mereka, menjadi orang yang tepat untuk mereka, menjadi sahabat mereka.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?