Suara.com - Banyak pendatang dari internasional berkunjung ke Indonesia untuk mengunjungi Pulau Bali. Tapi tidak demikian dengan pesepak bola dunia, Mesut Ozil.
Ia mengungapkan bahwa lebih ingin mengungjungi Mas Istiqlal Jakarta. Hal itu ia ungkapkan saat mendatangi kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) di Jakarta, Rabu.
"Pertama-tama saya ingin mengucapkan Assalamualaikum untuk kalian semua. Saya sangat bersemangat, banyak yang saya suka tentang Indonesia. Salah satunya kalian sangat ramah dan baik sekali. Terima kasih," sapa Mesut Ozil saat dikutip dari ANTARA, Kamis, (26/5/2022).
Pemain berusia 33 tahun tersebut hadir di Indonesia dalam rangka produk kolaborasi merk alat olahraga Concave.
“Pertama adalah Masjid Istiqlal. Kedua ingin mengunjungi Bali bersama keluarga,” ujarnya saat menjawab pertanyaan wartawan.
Pemain yang menjuarai Piala Dunia 2014 tersebut bahkan telah dijadwalkan untuk melakukan salat Jumat di Masjid Istiqlal pada 27 Mei. Kunjungan ke salah satu masjid terbesar di dunia tersebut merupakan salah satu destinasi wisata religi di ibu kota.
Selain destinasi wisata, Ozil mengatakan bahwa Indonesia memiliki daya tarik wisata yang tinggi. Sejak tiba ke Jakarta pada Selasa, Ozil telah mencicipi kuliner Indonesia .
Eks pemain Real Madrid tersebut rupanya menyukai makanan pedas dan menyebut rendang sebagai makanan favoritnya di Indonesia.
"Makanan Indonesia sangat luar biasa! Terutama makanan pedasnya. Saya sangat suka makanan pedas. Contohnya rendang, enak sekali," papar pemain klub Turki, Fenerbache.
Baca Juga: Mesut Ozil Tepis Rumor Gabung Rans Cilegon FC, Lebih Tertarik ke Bali United
Dalam kesempatan ini, Sandiaga Uno mengatakan dirinya sangat mengapresiasi Ozil yang mau terlibat dalam industri ekonomi kreatif di Indonesia. Dia bahkan menjabat sebagai direktur kreatif Concave Asia dan ikut berperan dalam mendisain sepatu-sepatu produksi merek tersebut.
Selain itu, Sandiaga mengatakan, kedatangan Mesut Ozil diharapkan bisa mempromosikan pariwisata-pariwisata Indonesia. Termasuk lima destinasi prioritas Indonesia yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Likupang di Sulawesi Utara.
“Kami dorong event olah raga di destinasi tersebut terutama sebagai bagian dari G20,” ujarnya. Dia berharap kerja sama dengan Ozil dapat menarik wisatawan Eropa dan timur tengah melalui promosi di konten media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Arti Elemen Air Hujan Milik Vidi Aldiano Menurut Fengshui
-
5 Rekomendasi Isi Hampers Low Budget, Mulai dari Rp20 Ribuan Saja
-
15 Kata-Kata Mudik Lucu untuk Ditempel di Motor dan Mobil
-
Katalog Promo Indomaret 12-18 Maret: Harga Minyak Goreng Turun, Diskon Bahan Kue Lebaran
-
5 Cushion Minim Oksidasi, Bikin Makeup Glowing Seharian saat Lebaran
-
5 Body Lotion Alfamart dengan Kandungan SPF, Bikin Kulit Cerah dan Melindungi dari Terik Matahari
-
Wajib Punya! 5 Sepatu Ortuseight Paling Nyaman untuk Lebaran, Bikin Silaturahmi Anti Pegal
-
Rahasia Kulit Sehat dari Laut: Phytomer Hadirkan Treatment Skincare 95% Vegan di Indonesia
-
Hukum Makan dan Minum di Siang Hari Ramadan karena Lupa, Apakah Batal?
-
Waspada Produk Viral Tanpa Bukti Klinis: Mengapa Harus Selektif Pilih Skincare di Era Digital