Suara.com - Dikenal sebagai 'Sultan Andara', ternyata Raffi Ahmad tidak ingin memberikan warisan berupa harta kepada kedua anaknya, Rafathar dan Rayyanza. Raffi mengaku, ia lebih memilih mewariskan lingkungan yang sehat dan kesehatan fisik kepada kedua buah hatinya.
Menurut suami Nagita Slavina itu, harta bisa mudah dicari, tapi alam lestari dan lingkungan yang sehat seperti suhu bumi hingga udara bersih adalah warisan yang sangat dibutuhkan keturunannya di masa depan.
"Kalau saya sendiri sebagai ayah, ada satu warisan yang saya pikirin, bukan harta tapi warisan lingkungan hidup, lingkungan yang lebih sehat ke depannya. Saya sangat peduli generasi Rafathar dan Rayyanza nantinya puluhan tahun ke depan bisa lebih baik," ujar Raffi dalam acara Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional oleh Le Minerale di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2022).
Raffi juga menyoroti penduduk Indonesia yang jumlahnya hampir 300 juta. Sehingga jika aksi menjaga lingkungan ini berhasil disosialisasikan dan dipraktikan dengan baik, ia optimis bisa mewariskan alam dan lingkungan yang sehat untuk keturunannya kelak.
"Jika kita sama-sama sosialisasikan ini, untuk sampai ke masyarakat akan bisa berdampak untuk dunia. Jadi satu-satunya warisan untuk anak kita yang terpenting lingkungan hidup lebih baik," ungkap Raffi.
Lebih lanjut, sudah satu tahun belakangan, di rumahnya bersama Nagita dan anak-anaknya, yang juga jadi kantor RANS Entertainment, sudah memilah sampah menjadi tiga bagian, yaitu botol plastik, sayuran, dan kertas.
Bahkan ia memiliki cara unik mengajarkan Rafathar memilah sampah, yaitu dengan memperkenalkan warna tempat sampah, serta manfaat dari sampah yang bisa didaur ulang jadi barang baru yang lebih bermanfaat.
"Secara spesifiknya dalam mengajarkan anak, seperti anak-anak diajarkan untuk menentukan sampah ada yang plastik, organik. Itusaya terapkan ke Rafathar. Di rumah itu tempat sampah ada warna ini itu, warna ini untuk sayuran, dijelaskan buat apa dipisahkan," jelasnya.
Selain itu, Raffi juga bercerita pada Rafathar, bahwa sampah untuk sebagian orang sangat bermanfaat, bahkan bisa jadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Seakan Bersiap dengan Takdir Terburuk, Marshanda Beri Warisan Ini untuk Anaknya
"Jadi menumbuhkan juga pengetahuan sama anak, bahwa sampah ada yang nilai ekonominya tinggi, seperti sampah ukuran besar bisa didaur ulang dan yang mendaur ulang juga mendapatkan uang," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran
-
Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti