Suara.com - Saat berkirim pesan di media sosial, kita pasti cukup sering menemukan emoji berbentuk patung batu. Emoji patung batu tersebut sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang canggung maupun lucu.
Nah, tahukah kamu, rupanya emoji patung batu tersebut terinspirasi dari dunia nyata, lho! Ya, emoji yang satu ini terinspirasi dari Patung Moai yang terletak di Pulau Paskah, Chili.
Diketahui, patung berbentuk wajah tersebut terbuat dari batu, dan diukir antara tahun 1250 dan 1500 M oleh orang Rapa Nui. Wajah yang diukir sendiri digambarkan sebagai para leluhur yang didewakan penduduk setempat. Totak terdapat sekitar 887 patung dengan tinggi kurang lebih 10 meter.
Yang menarik, ternyata patung wajah tersebut juga memiliki berbagai fakta menarik di dalamnya. Melansir laman Thetravel, berikut beberapa fakta menarik Patung Moai.
1. Lama pembuatan
Konon, setiap patung membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk pembuatannya. Satu patung itu sendiri membutuhkan sekitar lima hingga enam orang untuk memahatnya. Jenis batu yang digunakan juga beragam, mulai dari tuf, skoria merah, trasit, dan basal.
2. Terdapat satu batu yang berbeda
Jika melihat emoji di media sosial, atau melihatnya di internet, Patung Moai rata-rata berwajah mirip. Namun, rupanya terdapat satu batu yang berbeda dengan lainnya, yaitu Tukuturi.
Batu Tukuturi ini memiliki bentuk yang lebih mirip manusia dibandingkan lainnya. Ukuran Tukuturi juga lebih kecil dan nampak seperti seseorang yang sedang berlutut.
3. Pernah dirobohkan
Dikatakan, sekitar tahun 1700-an, patung-patung Moai ini pernah dirobohkan oleh klan lainnya. Pulau Paskah sendiri pernah pengalami pemberontakan dan kerusuhan sehingga klan yang di sana saling menyerang.
Pada tahun 1868, disebutkan tidak ada patung yang berdiri tegak di seluruh pulau. Jika ada, kemungkinan terletak di Lereng Rano Raraku (sebuah kawah di Pulau Paskah), tetapi sebagian patung tersebut sudah terkubur.
Baca Juga: 7 Arti Emoji Yang Sering Muncul Di WhatsApp, Mulai Dari Jempol Sampai Salam
4. Cara memindahkan patung ini masih menjadi pertanyaan
Hingga saat ini, para arkeolog masih bingung bagaimana patung-patung tersebut dapat dipindahkan melintasi pulau. Hal itu karena patung yang satu ini diukir sejak lama, dan masyarakat di sana belum memiliki infrastruktur dan teknologi yang canggih.
Berdasarkan beberapa teori, penduduk pulau menggunakan kereta luncur kayu, tali, dan rol untuk memindahkan patung dengan berat 86 ton itu.
5. Hampir semua patung tidak menghadap ke laut.
Patung-patung Moai kebanyakan menghadap ke daratan dan tidak mengarah ke laut. Hal ini karena masyarakat setempat percaya patung-patung tersebut mengawasi dan melindungi mereka.
Namun, terdapat satu patung terletak di Ahu Akivi yang menghadap ke laut. Lokasi ini sendiri dijadikan tempat suci oleh penduduk setempat.
6. Patung tersebut ternyata memiliki bagian tubuh
Yang kita lihat, Patung Moai hanya terdiri dari bagian kepala saja. Padahal, sebenarnya tidak. Berdasarkan keterangan arkeolog, patung tersebut terkubur hingga leher. Dan itulah yang menyebabkan masyarakat hanya melihat bagian kepala saja. Arkeolog mengetahui situasi ini karena mereka pernah melakukan penggalian dan ternyata patung tersebut memiliki tubuh.
7. Beberapa patung mengenakan topi
Beberapa patung terlihat memakai topi di kepalanya. Ukiran yang terdapat di kepala tersebut bisa mewakili rambut atau hiasan kepada yang biasa digunakan penduduk setempat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Tips Atasi Ketombe ala Sarwendah dan Giorgio Antonio: Rambut Sehat dan Bebas Gatal
-
Bosan ke Ragunan? 5 Destinasi Wisata Murah di Jakarta yang Bikin Liburan Hemat dan Berkesan!
-
Kapan Pendaftaran UTBK 2026? Cek Jadwal Lengkap hingga Rincian Biaya yang Diperlukan
-
Khutbah Jumat Bulan Syawal Menyentuh Hati: 7 'Penyakit' Pasca-Ramadan yang Wajib Diwaspadai
-
6 Shio Paling Hoki dan Panen Rezeki pada 26 Maret 2026, Kamu Termasuk?
-
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan, Mimpi Menuju Jalanan Indonesia yang Bersih
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis dan Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?
-
One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?
-
Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga
-
Cara Cerdas Menyetok Ulang Kebutuhan Rumah Pasca Lebaran