Suara.com - Di beberapa negara, street performer atau pengamen jalanan terbilang marak dan dianggap sebagai hal yang lumrah. Bisa dibilang, di mana ada jalan yang ramai, di situ pasti ada mereka.
Di Indonesia sendiri, pengamen jalanan banyak bertebaran di area lampu lintas. Jenisnya pun sangat banyak mulai dari menyanyi, menari, badut, hingga manusia silver.
Pada unggahan akun TikTok seniormarvel, tampak video seorang street performer yang sedang melakukan pekerjaannya sebagai manusia emas di sebuah jalanan, tepatnya wilayah negara Denmark.
"Reaksinya terlihat sangat sedih," tulis pemilik akun seniormarvel dalam bahasa Inggris di TikTok.
Dalam video tersebut, si perekam video tampak memberi street performer itu dompet merk Hermes. Mulanya, sang street performer tampak terharu karena mendapat hadiah. Namun, ekspresinya langsung berubah jadi sedih saat mengetahui tidak ada uang sepeser pun dalam dompet tersebut.
Walau begitu, street performer itu tetap menghargai pemberian tersebut dan mengucapkan terima kasih.
Unggahan video itu tentu saja langsung banjir komentar warganet. Tak sedikit juga warganet yang malah menyoroti reaksi sedih street performer.
"Dia itu nggak butuh brand, tapi butuh uang," komentar seorang warganet.
"Dia lebih butuh uang ketimbang Hermes ternyata," ujar warganet lain.
Baca Juga: Luna Maya Tenteng Tas Hermes Rp250 Juta ke Paris, Dibilang Kayak Solar Mamamoo
Namun, ada juga warganet yang menjelaskan kenapa street performer menunjukkan reaksi sedih.
"Di Denmark itu ada tradisi jika memberi dompet itu harus ada uangnya, meski itu tak banyak. Itu semacam untuk keberuntungan. Jadi dia sedih bukan karena dirinya butuh uang," terang salah satu warganet.
"Dia sedih bukan karena butuh uang, teman-teman. Dia takut akan mendapat kesialan kalau menurut tradisi di Denmark," tambah warganet lainnya.
Sementara itu, hingga Kamis (7/7/2022) video tersebut telah dilihat sebanyak 18,9 juta penonton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan