Suara.com - Sadar akan popularitasnya dengan memiliki puluhan juta pengikut di media sosial, Prilly Latuconsina merasa memiliki tanggung jawab untuk membuat konten bermuatan positif.
Aktor 25 tahun itu juga merasa perlu untuk membuat ruang digitalkan yang ramah anak karena pengikutnya yang berasal dari berbagai kategori usia.
"Dengan begitu saya berusaha untuk terus aktif menggunakan sosial media untuk kampanye yang positif, memperlihatkan postingan-postingan sendiri yang tidak mengandung informasi tidak baik untuk anak," kata Prilly saat hadir dalam webinar perayaan Hari Anak Nasional bersama ECPAT Indonesia, Minggu (24/7/2022).
Selain edukatif dan kreatif, konten ramah anak menurut Prilly juga berarti tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, dan SARA. Lantaran mudahnya akses internet saat ini, Prilly merasa kalau anak-anak rentan terpengaruh terhadap informasi yang keliru.
Meski begitu, akses informasi melalui internet juga termasuk dalam hak anak. Oleh sebab itu, lanjut Prilly, orang dewasa harus ikut andil dalam menyajikan konten bermanfaat dan mengarahkan anak dalam penggunaan internet sesuai kebutuhan dan kebermanfaatan.
"Jangan biarkan adik-adik kita, anak-anak di sekitar kita sendirian di tengah rimba internet. Mari kita jaga, kita dampingi, dan amankan mereka. Sehingga mereka bisa tumbuh mendapatkan haknya," tuturnya.
Selain memperhatikan isi konten, Prilly memgaku kalau dirinya juga membatasi waktu dalam penggunaannya. Hal itu dilakukan agar dirinya tidak menjadi kecanduan internet sehingga tidak bisa lepas dari ponsel.
Pemain film 'Ku Kira Kau Rumah' itu menyampaikan bahwa meluangkan waktu sesekali tanpa gawai juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
"Itu penting sekali, ketika teman-teman main handphone, buka internet, ada waktunya juga meluangkan waktu tanpa gadget dan meluangkan waktu untuk orang sekitar," ujarnya.
Baca Juga: Perkemahan Sabtu Minggu di Medan Saat Hari Anak Nasional 2022
Memiliki lebih dari 48,6 juta pengikut di Instagram, Prilly mengutarakan kalau dirinya nerpegang teguh untuk selalu menggunggah konten positif dan bermanfaat. Juga menyeimbangkan waktu antara sosial media dan dunia nyata.
"Adik-adik boleh pegang handphone, boleh buka internet, tapi jangan lupa untuk dijaga kontennya. Harus dilihat juga waktunya, kalau udah kebanyakan lihat handphone, jangan lupa untuk ditutup gadgetnya, diganti dengan buku atau berinteraksi dengan teman-teman sekitar," pesan Prilly.
Berita Terkait
-
Sambut Hari Anak Nasional, Rumah Harapan Indonesia Terima Bantuan Layanan Kesehatan
-
Membangun Transportasi Ramah Anak dan Lingkungan, Mengapa Jakarta Perlu Mendengar Suara Anak-anak?
-
Penetrasi Rendah, Edukasi Asuransi Keluarga Digencarkan di Hari Anak Nasional
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Hari Anak Nasional: Perjuangan Veronika Reni dan Dukungan PNM Mekaar Wujudkan Prestasi Sang Anak
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim