Suara.com - Rating atau penilaian restoran merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan sebelum membeli makanan. Tak heran orang-orang akan memilih membeli sajian dari restoran ber-rating tinggi.
Content creator Anthony Yaputra berbagi momen ketika menyicipi pempek dengan rating terburuk. Hal itu ia bagikan melalui akun TikTok @tonyptra.
Mi yang digunakan pada pempek ini berbeda dari biasanya karena cukup tebal. Kuah cuko pempek tersebut memiliki warna pucat namun untungnya rasanya masih aman meskipun tak terlalu spesial.
"Warnanya ini lebih ke cokelat tapi pas dimakan masih bisa diterima. Pedasnya masih ada sedikit, asamnya ada sedikit, tapi nggak spesial, kayak pempek seribuan di depan sekolah, kuahnya kayak gini nih," kata Tony usai menyicipi kuahnya.
Kemudian untuk pempek lenjer yang sudah dipotong-potong itu ternyata memiliki tekstur yang alot. Bahkan, Tony cukup kesulitan saat memotongnya dengan sendok dan garpu.
Setelah disantap, Tony menilai bahwa pempek itu terasa seperti cireng karena sangat jelas terasa lebih banyak proporsi tepung ketimbang ikan.
Dia kemudian juga menyicipi pempek kapal selam dan cukup heran dengan rasanya. Pasalnya telur di dalam pempek itu terasa keras seperti dicampur sesuatu.
Tekstur pempek kapal selam itu pun cukup keras sehingga kulit dikunyah. Tony juga menyicipi pempek keriting yang secara mengejutkan terasa lebih enak karena lembut dan terasa ikannya.
Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
Baca Juga: Coba Steak dari Restoran dengan Rating Terburuk, Ternyata Begini Rasanya
"Jangan lupa habis ini cek kesehatan pencernaan ya, Bang," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Kelihatan nih yang jualan bukan orang Palembang asli," ujar warganet ini.
"Di tempatku pempek Rp5.000 aja udah kenyang dan terasa enak," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Jumat (16/9/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 3 juta kali di TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik