Suara.com - Sebagai negara dengan latar belakang masyarakat yang beragam, Indonesia terkenal kaya akan budaya. Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, budaya ini seringkali terlupakan dan hilang.
Oleh sebab itu, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sultan Deli ke XIV, Tengku Mahmud Aria Lamantjiji mengatakan jati diri dalam ruang digital tak berbeda dengan budaya non digital.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi budaya memungkinkan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya dan menjadi peluang untuk mewujudkan kreatifitas serta mencintai produk dalam negeri.
“Digitalisasi budaya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreativitas mencintai produk dalam negeri dengan cara mendukung produk dalam negeri, mengutamakan dan bangga menggunakan produk dalam negeri, memberi feedback positif, turut mempromosikan serta menjadi pelaku usaha, dan juga tidak mengonsumsi berlebihan,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu, (9/10/2022).
Visual Artist dan Sinematografer, Zahid Asmara memaparkan jika tingginya aktivitas digital membuka potensi buruk seperti penipuan, perampokan akun, dan lain-lain sehingga diperlukan pemahaman masyarakat terkait keamanan digital.
“Tips hindari dari cyber bullying yaitu empati nurani dan kontrol diri, private public restrict sharing report bedakan lah mana yang privat dan publik, perluas wawasan, cek berkala password, dan 2FA dan history/cookies. Selalulah berpikir kritis dan skeptis, tidak mudah percaya dengan semua yang kita dapat di internet,” jelasnya.
Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori Sedang.
Selain itu berdasar laporan HootSuite dan We Are Social, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta jiwa pada awal tahun 2021, atau meningkat 15,5% dibandingkan awal tahun sebelumnya. Itu merupakan 73,7% dari total populasi Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Kebudayaan Lokal, Pemprov Lampung akan Ajukan Dana Abadi Kebudayaan ke Pusat
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dari Toast hingga Tasting: Cara Menikmati Minuman dengan Lebih Proper
-
Skincare Animate Sudah BPOM atau Belum? Begini Cara Ceknya!
-
7 Cushion Lokal untuk Kulit Berminyak yang Tidak Oksidasi, Mulai 50 Ribuan
-
5 Moisturizer Cowok untuk Mencerahkan Kulit, Nyaman Dipakai dan Tidak Lengket
-
Uma Oma Heritage Menteng: Restoran Nusantara Autentik dengan Sentuhan Hangat Para Oma
-
Bisakah Sunscreen Dipakai di Tangan? Ini 7 Lotion SPF Tinggi untuk Badan, Khasiat Lebih Nampol
-
Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Mulai dari Makna hingga Tradisinya
-
4 Sabun Batangan Animate untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Tubuh
-
5 Urutan Skincare Animate untuk Menghilangkan Flek Hitam, Lokal Rasa Premium
-
Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan