- Bitcoin terjepit di $88.710; investor jangka panjang lakukan aksi jual besar-besaran.
- Volume transaksi harian anjlok 42,34% di tengah menyusutnya permintaan pasar kripto.
- Dogecoin & Cardano melesat di atas 6% saat mayoritas aset kripto bergerak beragam.
Suara.com - Pasar aset kripto global mengawali tahun 2026 dengan pergerakan yang cenderung lesu dan dibayangi tekanan jual yang kuat. Meskipun sempat menyentuh rekor tertinggi di angka $126.198 pada Oktober tahun lalu, Bitcoin (BTC) kini tampak kepayahan untuk kembali ke level psikologis tertingginya.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (2/1/2026) pukul 08.00 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level $88.710,06. Walaupun tercatat menguat tipis 1,19% dalam 24 jam terakhir, pergerakan ini dinilai sebagai konsolidasi lemah setelah investor jangka panjang melakukan aksi ambil untung besar-besaran.
Pelemahan Bitcoin dipicu oleh menyusutnya permintaan di pasar spot. Investor jangka panjang mulai melepas kepemilikan mereka, menciptakan tekanan harga yang cukup konsisten di bawah area $88.000. Kondisi ini diperparah dengan volume transaksi 24 jam yang anjlok drastis 42,34% ke kisaran $19,38 miliar.
Meskipun kapitalisasi pasar Bitcoin masih kokoh di angka $1,77 triliun, sentimen pasar secara keseluruhan terlihat lebih berhati-hati dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, peredaran suplai Bitcoin telah mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,09% dari total suplai maksimum yang tersedia.
Di saat Bitcoin dan sejumlah aset utama seperti BNB (turun 0,15%) dan Bitcoin Cash (turun 1,90%) mengalami koreksi, beberapa altcoin justru menunjukkan penguatan agresif.
- Ethereum (ETH) bertahan tipis di level $3.001,99 (naik 0,85%).
- Dogecoin (DOGE) menjadi bintang hari ini dengan lonjakan 7,15% ke level $0,1262.
- Cardano (ADA) menyusul dengan kenaikan 6,55% ke level $0,3555.
- Solana (SOL) dan XRP juga kompak menguat masing-masing 1,26% dan 1,88%.
Sebaliknya, tekanan jual masih menghantui aset privasi seperti Monero (XMR) yang terkoreksi 2,87% ke level $416,77. Kondisi pasar yang beragam ini menunjukkan bahwa investor mulai melakukan rotasi modal ke aset-aset dengan kapitalisasi lebih kecil di tengah stagnasi sang raja kripto, Bitcoin.
Para analis memperkirakan pasar akan tetap berada dalam fase sideways atau bergerak datar hingga muncul sentimen makroekonomi baru yang mampu menggerakkan kembali arus likuiditas ke pasar kripto global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?