Suara.com - Seorang ibu mengunggah video anaknya yang sangat terobsesi miliki rambut blonde. Hal itu dibagikan melalui akun TikTok @demilucymay_.
Ibu dari anak usia 5 tahun itu memamerkan hasil rambut yang sudah dibleaching. Tentu saja hal ini malah memicu kontroversi publik.
Banyak yang tak setuju dengan keputusan sang ibu karena itu terlalu dini bagi anaknya. Ada juga yang kontra karena hal itu tak baik untuk kesehatan rambut si kecil.
Dalam video itu, si ibu juga menuliskan caption untuk membela keputusannya setelah melakukan bleaching rambut anaknya itu.
"Kenapa kamu melakukan bleaching pada rambut anakmu?" tulis si ibu dalam bahasa Inggris di TikTok.
Kemudian, ia membalasnya dengan menulis. "Anakku yang memintanya dan mengatakan dia terobsesi,"
Tulisan caption jawaban itu tentu dibarengi dengan anaknya yang sangat bahagia pada rambut barunya itu. Anak umur 5 tahun itu tengah berkaca di cermin sambil menyisir rambutnya.
Unggahan video itu tentu langsung banjir komentar dari warganet. Tak jarang juga warganet yang melontarkan komentar kontra.
"Aku tak akan melakukannya meski anakku merengek dan mengatakan terobsesi," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Selain Ana de Armas di Film Blonde, Ini Deretan Artis yang Pernah Perankan Si Seksi Marilyn Monroe
"Lebih baik jangan melakukan ini, penata rambutku juga mengatakan bleaching rambut hanya boleh dilakukan jika si anak sudah melewati masa pubertas," ujar warganet lain.
"Kalau di Jerman ini sebuah tindakan yang ilegal, karena bahan kimia yang tak aman bagi anak kecil," imbuh warganet lain.
Warganet juga ada yang menambahkan ini. "Ini hanya rambut, tenanglah"
"Melakukan bleaching sangat tidak aman untuk rambut anak dan idealnya mewarnai rambut setidaknya saat usianya 16 tahun. Hal itu karena rambut anak-anak biasanya lebih halus dari orang dewasa dan bleaching akan merusak kunci rambut," ungkap Dr. Sejal Shah, M.D., seorang ahli bedah kulit asal New York.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik