Suara.com - Tiktok kini menjadi gudang berbagai macam tren baru. Mulai dari kesehatan, kecantikan, hingga soal asmara.
Namun, baru-baru ini sebuah tren yang muncul di Tiktok berhasil menuai kecaman dari berbagai ahli lantaran dianggap mampu melukai diri sendiri. Tren Tiktok ini disebut dengan Salt Water Flush.
Salt Water Flush merupakan sebuah tren kesehatan usus yang tagarnya sudah mendapatkan lebih dari 11,3 Juta views. Tren ini bertujuan untuk membersihkan kotoran di perut dan dapat menurunkan berat badan dengan cepat.
Salah seorang pengguna Tiktok, Olivia Hedlund yang mengklaim sebagai praktisi terapi nutrisi fungsional menjelaskan bahwa tren ini hanya memerlukan sebotol besar air mineral dan dua sendok teh garam berkualitas. Setelahnya campur kedua bahan ini dan minum. Tunggu 30 menit hingga cairan ini bereaksi.
Olivia juga menyarankan para pengikutnya untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai tren ini dan bahwa saran ini mungkin tidak cocok bagi semua orang. Tidak sedikit warganet yang kemudian tertarik untuk mencoba tren ini.
Akan tetapi, seorang ahli diet terdaftar, Abbey Sharp menanggapi video ini sebagai tren yang tidak etis. Ia menjelaskan bila hanya nakes profesional yang sebaiknya memberikan saran itu pun diperlukan pemeriksaan kondisi tubuh terlebih dahulu.
Ia menjelaskan bila air asin bisa sangat berbahaya bagi tubuh. Apalagi jumlah garam yang direkomendasikan pun setara dengan total garam yang harus dikonsumsi dalam satu hari.
"Hilangnya natrium dan cairan dengan cepat dapat meningkatkan resiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Itu tentunya harus dihindari terutama bila ada kondisi medis tertentu," ungkap Abbey seperti dikutip dari Nypost.
Selain itu, menurut penelitian, tren ini juga dapat menimbulkan ketidakseimbangan mikrobioma di usus yang dapat menyebabkan peningkatan resiko gangguan usus.
Oleh karenanya, sebelum mencoba tren ini Abbey meminta setiap orang untuk berkosultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir
-
Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat
-
Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen
-
Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi
-
Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang
-
3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral