Suara.com - Pernikahan menjadi salah satu momen bahagia bagi banyak orang. Tak heran, resepsi pernikahan kerap dibuat semenarik mungkin untuk meninggalkan kesan mendalam bagi kedua mempelai maupun tamu undangan.
Pelaminan biasanya akan dibuat seperti panggung dan letaknya ada di bagian depan untuk memudahkan tamu undangan melihat pengantin. Namun siapa sangka, sepasang pengantin memiliki bentuk pelaminan yang tak biasa.
Hal ini seperti yang dibagikan melalui akun TikTok @zoemakeup_15. Dalam unggahan itu, sebuah pesta pernikahan bukan digelar di gedung atau halaman rumah, melainkan di atas atap.
Panggung pelaminan tersebut di bangun di atas genteng sehingga benar-benar sangat tinggi. Pemandangan yang terlihat dari pelaminan pun adalah atap-atap rumah warga.
Fotografer terlihat memotret di ataas pelaminan, sedangkan beberapa orang lainnya memperhatikan dari atap bangunan.
Unggahan ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Keren sih ini beda dari yang lain," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Ini gimana cara buat dekorasinya?" Ujar warganet ini penasaran.
"The real pengen nikah tema istana kayangan," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Baca Juga: Pesta Pernikahan Kembar Berantakan Karena Angin Puting Beliung Mengamuk di Kabupaten Sidrap
Hingga Senin (7/11/2022), unggahan ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 1 juta kali di TikTok.
Pada video terpisah, tampak para tamu undangan duduk di bagian bawah panggung. Pengunggah video ini juga menjelaskan bahwa panggung pelaminan itu kuat sehingga aman.
"Dekornya aman ya guys ya. Sempat dipakai foto bersama dan buanyak yang di atas panggung sayang nggak sempat videoin," ungkap pengunggah video ini.
Lokasi resepsi pernikahan ini memang berada di sebuah dataran tinggi. Untuk bisa mencapai pelaminan, para tamu perlu menaiki tangga terlebih dulu. Bagaimana pendapat Anda tentang panggung pelaminan yang berada di atas atap ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan