Suara.com - Penyakit saraf kejepit Nikita Mirzani kambuh saat dirinya tengah ditahan di Rutan Serang, Banten. Alih-alih meminta ke rumah sakit, perempuan berusia 36 tahun tersebut justru memilih untuk diurut.
Diterangkan oleh Kuasa Hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, dibandingkan mendapatkan penjagaan ketat saat ke rumah sakit, ibu tiga anak ini lebih memilih minta bantuan sesama tahanan untuk mengobati penyakit saraf terjepitnya.
"Di dalam ada tukang urut. Di tahanan kan ada tuh tukang urut, ibu-ibu yang ditahan. Itu dokter tradisionalnya," jelas dia pada media di Pengadilan Negeri Serang, pada (14/11/2022).
Saraf kejepit, seperti dikutip Alodokter, istilah ini lebih dimaksudkan untuk menggambarkan jepitan saraf di tulang belakang. Ada banyak faktor yang bisa menjepit saaraf ini, yang tersering adalah herniasi nukleus pulposis, gangguan kelengkungan tulang belakang (seperti skoliosis, lordosis), spondilosis, spondilolistesis, tumor atau infeksi di sekitar tulang belakang, bahkan juga retak atau patah tulang belakang.
Secara klinis, saaraf kejepit umumnya akan membuat penderitanya merasakan nyeri, kesemutan, kebas, lemah, atau bahkan lumpuh di beberapa area tubuh, tergantung dari segmen serabut saaraf yang bermasalah.
Lantas, bolehkah penderita saraf kejepit diurut? dr. Nadia Nurotul Fuadah dari Alodokter mengungkap jika ini bukanlah pengobatan yang disarankan. Sebab, dikhawatirkan ini malah bisa membuat cidera jaringan di tulang belakang yang semakin parah.
Lebih aman, jika Anda bermasalah dengan saraf kejepit seperti yang dialami Nikita Mirzani, selain memeriksakannya ke dokter atau mengurutnya, lakukanlah:
- Istirahat lebih banyak, gunakan alas tidur yang ergonomis dan sesuai dengan kelengkungan tulang belakang Anda.
- Kompres hangat tulang belakang yang bermasalah.
- Rajin berolahraga untuk meregangkan otot sekitar tulang belakang, contohnya dengan berenang dan senam lantai.
- Disiplin menerapkan pola hidup sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan
-
Belajar dari Pemilu: Kualitas Calon Pemimpin Tak Boleh Jadi Kompromi
-
The Body Keeps the Score: Ketika Tubuh Menyimpan Luka yang Tak Terhapus
-
BGN Bersih-Bersih Pegawai Bermasalah, Ada yang Diduga Ngentit Duit MBG hingga Terlibat Judol
-
Katy Perry Protes ke Gedung Putih, Lagu Firework Jadi Backsound Video Serangan Amerika ke Iran