Suara.com - Pernyataan Wali Kota Medan Bobby Nasution tentang LGBT mengundang pro dan kontra di masyarakat.
Secara terbuka Bobby Nasution mengungkapkan bahwa ingin menolak LGBT di Kota Medan, Sumatera Utara usai melihat psangan sesama jenis kala perayaan tahun baru.
Hal itu dinyatakan Bobby dalam perayaan tahun baru yang videonya diunggah di akun Twitternya pada Senin (2/1/2022).
"Medan itu multietnis dengan agama yang berbeda, itu juga yang menjadi salah satu faktor gaya bahasa anak medan unik," tulis Bobby.
"Namun tidak ada satupun etnis dan agama yang memperbolehkan memiliki pasangan sesama jenis. Untuk itu Medan anti LGBT," tambahnya.
Seperti diketahui secara legal Negara sebenarnya sudah menjamin hak asasi manusia melalui amandemen UUD 1945 dalam UU No. 39 Tahun 1999. DI samping itu juga telah melakukan ratifikasi terhadap berbagai instrument hak asasi manusia internasional.
Tapi, apa sih sebenarnya LGBT itu? Apa Bedanya dengan Homoseksual?
Dilansir dari LGBT.IE, LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender dan bersama dengan heteroseksual, mereka adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orientasi seksual atau identitas gender seseorang.
lesbian
Perempuan lesbian adalah perempuan yang tertarik secara romantis, seksual dan/atau emosional kepada perempuan. Banyak lesbian lebih suka disebut lesbian daripada gay.
Baca Juga: PPKM Dicabut, Wali Kota Bobby Nasution: Alhamdulillah
Gay
Pria gay adalah orang yang tertarik secara romantis, seksual dan/atau emosional kepada pria. Kata gay dapat digunakan untuk merujuk secara umum kepada orang-orang lesbian, gay dan biseksual tetapi banyak perempuan lebih suka disebut lesbian. Kebanyakan orang gay tidak suka disebut sebagai homoseksual karena asosiasi historis yang negatif dengan kata tersebut dan karena kata gay lebih mencerminkan identitas mereka.
Biseksual
Seorang biseksual adalah seseorang yang secara romantis, seksual dan/atau emosional tertarik kepada orang-orang dari jenis kelamin yang sama dan berbeda dengan mereka sendiri.
Transgender atau Trans
Transgender istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang identitas gendernya (perasaan internal sebagai laki-laki, perempuan atau non-biner) dan/atau ekspresi gendernya, berbeda dari jenis kelamin yang diberikan kepada mereka saat lahir. Tidak semua orang yang penampilan atau perilakunya tidak sesuai dengan jenis kelamin akan mengidentifikasi dirinya sebagai seorang transgender.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus