Suara.com - Istri Indra Bekti, Aldila Jelita menjadi sorotan setelah menggalang dana dari teman-temannya untuk pengobatan suaminya. Hal ini membuat Aldila Jelita dicibir warganet karena dinilai tidak mau usaha terlebih dahulu.
Semetara itu, baru-baru ini kembali viral video pernikahan Indra Bekti dan Aldila Jelita. Dalam video yang dibagikan akun Tiktok @sersanmarvel, Indra Bekti tampak menyerahkan mas kawin berupa 10 dinar emas kepada Aldilla Jelita.
“Yang ini adalah mas kawinnya dinar, 10 dinar ya,” ucap Indra Bekti dalam potongan video pernikahannya yang diunggah kembali akun @sersanmarvel, Minggu (1/1/2023).
Dalam video tersebut, Indra Bekti mengatakan kalau mas kawin yang diberikannya itu bisa dijual jika terjadi sesuatu. Menurut Indra Bekti, karena itu merupakan emas jadi bisa dijual jika suatu saat membutuhkan.
“Ini kan emas ya, mungkin nilainya fluktuatif, jadi kalau misalnya kenapa-kenapa ni, amit-amit ya, bisa dijual,” sambung Indra Bekti.
Unggahan tersebut lantas menjadi sorotan warganet. Pasalnya, akhir-akhir ini Aldila Jelita mengaku kesulitan karena dana pengobatan Indra Bekti yang cukup besar. Apalagi suaminya itu masih harus dirawat 20 hari ke depan.
Beberapa warganet yang melihat video lama tersebut lantas mempertanyakan mas kawin yang diberikan Indra Bekti. Sebagian juga mencibir Aldila Jelita yang disebut tidak mau miskin. Bahkan, ada juga yang membandingkan Aldila Jelita dengan Denada.
“Pada intinya istrinya gak mau rugi,” tulis akun @novi*******0120 di kolom komentar.
“Kak Indra Bekti sudah punya firasat kayaknya, mending dijual buat bayar pengobatan, nanti sembuh bisa beli lagi,” komentar @bun*******ayah82.
Baca Juga: Hasil Pemeriksaan MRI Indra Bekti Dipastikan Bagus, Gimana Sih Cara Kerja Mesin Ini?
“Intinya istrinya tidak mau miskin,” sahut pemilik akun @cha****v.
“Salut sama Denada berusaha keras untuk kesembuhan anaknya menjual apa yang sudah dia miliki tanpa penggalangan dana,” tulis akun @bd****01.
“Kalau udah berbulan-bulan wajarlah galang dana, ini baru 4 hari,” komentar akun @la****sz.
Tidak hanya itu, beberapa warganet juga menyarankan agar Aldila Jelita dapat memakai asuransi milik Indra Bekti. Namun, berdasarkan keterangan sang adik, Cipta, pihak keluarga sudah mencoba asuransi kesehatan. Hanya saja, saat mau klaim asuransi tersebut ternyata ditolak.
“Aku sempat tanya sama timnya, ada asuransi cuma di-decline. Gagal kenapanya saya kurang tahu," jelas Cipta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik