Suara.com - Belum lama ini viral kisah seorang pria asal India, bernama Asib Ali Bhore yang rela terbang ke Indonesia untuk melamar perempuan asal Sulawesi Selatan, Syarifah Haerunnisa.
Kisah tersebut viral lantaran pria yang dikenal dengan sebutan Ali India itu ditolak saat datang di Indonesia. Padahal Ali India dan Syarifah diketahui telah menjalin hubungan selama satu tahun. Bahkan, Ali India juga dikabarkan telah memberikan sejumlah uang untuk Syarifah. Sebab viral tersebut, Syarifah dan keluarga dinilai matre dan hanya memanfaatkan Ali India.
Meski demikian, baru-baru ini beredar video yang diduga ibu dari Syarifah memberikan klarifikasi. Dalam video yang diunggah kembali akun @rumpi_gosip, ibu tersebut mengaku, keluarganya menolak Ali India karena belum berjodoh.
"Buat Ali yang orang India itu ya, bukan saya dan keluar tidak mau menerima, sebagai orang tua bukan kami tidak menerima, tapi belum jodoh," ucap Ibu tersebut dalam video yang diunggah pada Jumat (24/2/2022).
Lebih lanjut, ibu tersebut menegaskan, pihaknya menolak bukan karena matre. Bahkan, ibu tersebut menunjukkan rumahnya, mobil truk, hingga laut yang diakuinya.
"Kami bukan matre, nih rumah kami besar, dua tingkat tuh ada truk, nih di belakang ini laut kami, ini punya kami semua berarti bukan kami matre. Cuma belum jodoh ya Ali India," sambungnya.
Ibunda Syarifah itu menegaskan, alasan pihak keluarga menolak karena perbedaan budaya antara Ali India dan Syarifah. Menuru jbu tersebut, dari bahasa dan budaya antara Ali India dan Syarifah jauh berbeda. Hal tersebut yang membuat pihaknya menolak lamaran tersebut.
"Buat orang tua kebahagiaan anak itu paling utama apalagi masalah budaya mungkin. Budaya Indonesia sama budaya India itu kan beda. Nah kalo kita di sini bahasanya masih Indonesia. Kalo di India kan pake bahasa India, itulah membedakan kami sama India," jelas ibu tersebut.
Perbedaan budaya memang menjadi salah satu hal yang membuat hubungan sulit untuk bekerja. Namun, bukan berarti perbedaan budaya menjadi penghalang sehingga hubungan itu harus berakhir. Pasalnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar hubungan tetap berjalan dengan baik meskipun berbeda budaya.
Baca Juga: Gercep, TRANS TV Langsung Undang Pria India yang Ditolak Gadis Wajo
Melansir Raising World Children, berikut beberapa cara untuk menjalin hubungan agar tetap berialan dengan baik meski berbeda budaya.
1. Saling kompromi
Hubungan akan berhasil jika ada komunikasi di antara keduanya. Coba saling kompromi kalau dalam membangun hubungan yang berbeda negara pasti akan sulit. Namun, cobalah untuk memberikan waktu berkembang satu sama lain.
2. Bersedia belajar
Cara lain agar hubungan beda negara bekerja yaitu adanya keinginan untuk belajar. Hal ini terkait belajar bahasa dan budaya pasangan. Itu akan sangat membantu ketika menikah bisa memahami pasangan menjadi lebih baik.
3. Lakukan perjalanan bersama
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
5 Sepatu New Balance Diskon 50 Persen di Sports Station, Gaya Kekinian Hemat Uang
-
Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?
-
Mending Cushion atau Skin Tint untuk Hasil Natural? Cek Perbedaan dan 6 Rekomendasinya
-
7 Sunscreen untuk Pria Terbaik Anti Whitecast, Wajah Natural Tanpa Belang
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
5 Pilihan Gel Moisturizer Wardah untuk Atasi Kusam hingga Breakout
-
6 Seri Puma Palermo Sedang Diskon Besar hingga Rp500 Ribu, Cek Daftar Harganya
-
Kapan Iduladha 2026? Cek Tanggal dan Jadwal Cuti Bersama Menurut SKB 3 Menteri
-
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara