Suara.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan anak pejabat pajak, Mario Dandy Satrio, membuat publik geger. Korban, David, yang merupakan anak pengurus GP Ansor, bahkan sampai terbaring di ruang ICU hingga saat ini.
Kebrutalan Dandy dalam menganiaya David pun dikecam banyak pihak. Banyak pula orang yang tak menyangka bagaimana seseorang dapat sebegitu membabi butanya menendang hingga menginjak kepala seseorang yang sudah terbaring tak berdaya.
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, mengungkapkan bahwa pola pengasuhan yang salah bisa menjadi salah satu penyebab tindakan abusif yang dilakukan Dandy. Hal ini tampak dalam unggahan akun TikTok metro_tv.
Dalam unggahan tersebut, Reza Indragiri mengatakan hal ini tak bisa hanya ditinjau dari satu sebab saja. Kehidupan mewah yang selama ini dijalani Dandy juga disebut sebagai salah satu penyebab perilaku brutalnya.
"Saya pikir pola hidup selama ini dijalani oleh tersangka ini boleh jadi sedikit banyak berkontribusi bagi munculnya perilaku yang sedemikian brutal," ungkap Reza Indagiri.
"Bukan hanya masalah asmara, barangkali adanya pengasuhan, adanya pemanjaan, ketidakmandirian, kemudian keberadaan benda-benda mewah yang memunculkan perasaan macho dan behadap-hadapan dengan orang yang dipandang layak untuk dijahati," lanjutnya.
Unggahan ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi video itu.
"Aku saranin kalau di penjara harus dapat bimbingan psikologi, spiritual, kalau perlu di panti rehabilitasi," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Betul, karena didikan," ujar warganet ini.
"Pentingnya pendidikan etika dan beradab dari keluarga dan rezeki yang dicari halal dan berkahnya," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Rabu (1/3/2023), unggahan ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 12 ribu akun di TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?