Suara.com - Selain didera kegelisahan karena sulit orgasme, para istri juga dibuat kesal karena penis suami atau Mr P lemas setelah keluar mani, hasilnya lelaki cepat tidur setelah berhubungan seks, kenapa ya begitu?
Dikatakan Seksolog, dr. Haekal Anshari saat mencapai orgasme atau kepuasan setelah berhubungan seks, otak akan melepaskan senyawa kimia berupa endorfin, serotonin, dopamin dan oksitosin.
"Pelepasan senyawa kimia ini menyebabkan perasaan senang, tenang, nyaman hingga mengantuk, ini tidak hanya dirasakan lelaki tapi juga perempuan," ujar dr. Haekal melalui konten edukasi di akun instagram pribadinya yang diunggah pada 15 November 2022.
Tapi jika praktiknya lelaki lebih cepat terlelap setelah berhubungan seks, dr. Haekal menyebut ada beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti sebagai berikut:
1. Lebih Banyak Pakai Energi
Menurut dr. Haekal hal ini tidak lepas dari faktor budaya patriarki yang masih terjadi di Indonesia, yang menganggap lelaki akan mendominasi di berbagai aspek kehidupan, termasuk urusan seks.
"Padahal sebenarnya perempuan setara dengan laki-laki termasuk dalam urusan seksual, sehingga tidak ada yang salah bila perempuan mau lebih berpartisipasi aktif saat berhubungan seksual," jelas dr. Haekal.
2. Letak Mr P di Luar
Dibanding perempuan, posisi anatomi organ intim sepenuhnya berada di luar dan menggantung, inilah yang menyebabkan lelaki lebih mudah terangsang dibanding perempuan.
Baca Juga: Ternyata Ini yang Terjadi pada Miss V dan Mr P saat Orgasme, Ingat Rasa Nikmatnya?
Lantaran mudah terangsang, hasilnya lelaki bisa lebih cepat orgasme, dibanding perempuan yang butuh lebih lama foreplay atau pemanasan, karena titik rangsang atau G-Spot umumnya berada 2 hingga 3 centimeter dari lubang Miss V.
3. Orgasme Lebih Cepat
Lantaran Mr P lebih mudah terangsang dibanding Miss V, hasilnya orgasme lelaki lebih cepat dialami lelaki atau suami. Tapi setelah orgasme, Mr P juga tidak bisa langsung ereksi kembali karena akan mengalami periode refrakter lebih dulu.
"Setelah mencapai orgasme, laki-laki akan masuk ke fase refrakter, yaitu lelaki menjadi kurang sensitif terhadap rangsangan. Kondisi ini seperti kehabisan energi, dan butuh waktu untuk ereksi kembali," jelas dr. Haekal.
4. Pengaruh Usia dan Perasaan
Vitalitas atau stamina lelaki saat berhubungan seks juga dipengaruhi usia dan seberapa baik kesehatan fisiknya. Termasuk perasaan atau emosional suami terhadap istri juga ikut mempengaruhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?
-
Apakah Boleh Orang Tua Memakai THR Anak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Uang THR Anak untuk Apa? Ini Cara Bijak Agar Tidak Cepat Habis
-
Opor Ayam Bertahan Berapa Lama? Ini Trik Ampuh Bikin Masakan Santan Awet