Suara.com - Micellar water dikenal sebagai pembersih wajah praktis yang menggabungkan air dengan micelles, yaitu partikel minyak mikro yang bekerja seperti magnet untuk menarik kotoran, minyak, dan sisa makeup dari permukaan kulit.
Karena teksturnya ringan dan terasa seperti air biasa, banyak orang merasa micellar water sudah cukup untuk membersihkan wajah tanpa perlu tahap lanjutan.
Tak heran, produk ini sering dijadikan solusi cepat saat malam hari ketika lelah atau di pagi hari untuk membersihkan sisa skincare sebelum makeup.
Bahkan, sebagian orang menjadikannya satu-satunya pembersih wajah karena dianggap tidak meninggalkan rasa lengket atau residu.
Namun apakah kebiasaan ini benar-benar aman untuk kesehatan kulit?
Perlukah Cuci Muka setelah Menggunakan Micellar Water?
Menurut dermatolog, micellar water sejatinya adalah pembersih tahap pertama (first cleanser), bukan pengganti sabun cuci muka.
Di dalamnya tetap terkandung surfaktan yang berfungsi meluruhkan kotoran.
Jika tidak dibilas atau dilanjutkan dengan facial wash, sisa surfaktan bisa tertinggal di kulit dan berpotensi memicu iritasi, pori-pori tersumbat, hingga jerawat terutama pada kulit sensitif dan berminyak.
Idealnya, setelah memakai micellar water, wajah dibersihkan kembali menggunakan sabun pembersih yang lembut dalam waktu singkat sekitar 10–20 detik.
Baca Juga: 4 Micellar Water Allantoin Rp30 Ribuan, Hapus Kotoran dan Jaga Kulit Lembap
Metode double cleansing terutama di malam hari terbukti lebih efektif membersihkan sunscreen, makeup waterproof, serta polusi yang menempel seharian.
Dalam kondisi darurat misalnya setelah olahraga atau saat bepergian, tidak mencuci muka setelah micellar water masih bisa ditoleransi. Namun kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus.
Minimal, bilas wajah dengan air bersih sebelum melanjutkan ke tahap skincare berikutnya agar kulit tetap sehat dan seimbang.
Yuk simak rekomendasi micellar water yang layak dicoba berikut ini.
1. Skintific 5X Ceramide Barrier Micellar Water
Produk ini cocok untuk kamu yang mengutamakan kesehatan skin barrier. Kandungan lima jenis ceramide membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, sehingga wajah tetap terasa lembap meski sering dibersihkan.
Diperkaya Ectoin dan Panthenol, micellar water ini juga membantu menenangkan kemerahan serta nyaman digunakan pada kulit sensitif. Daya bersihnya cukup kuat untuk makeup waterproof, tanpa meninggalkan rasa lengket.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Benarkah Parfum Tidak Boleh Disemprotkan di Leher? Ini Faktanya Menurut Pakar
-
5 Warna Wardah Glasting Liquid Lip untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Wajah Auto Cerah
-
4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
-
Apakah Sunscreen SPF 30 Cukup untuk Lindungi Kulit Sehari-hari? Ini Kata Dokter
-
Bedak MBK Digunakan untuk Apa? Ketahui Beda Kemasan Putih dan Silver
-
4 Pilihan Serum Pigeon Teens Sesuai Masalah Kulit Remaja, Lengkap dengan Harga dan Review
-
Ramalan Zodiak 29 Juni 2026, Siapa Paling Hoki dan Banjir Cuan?
-
3 Zodiak Paling Beruntung pada 29 Juni hingga 5 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
5 Tips Menata Ruang Tamu Menurut Feng Shui untuk Menarik Rezeki dan Aura Positif
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai