Suara.com - Millen Cyrus mengakui kalau hidup sebagai seorang transgender ternyata tidak mudah. Tantangan seperti perlakuan diskriminasi dari masyarakat masih banyak terjadi, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Hal itu diungkapkan Millen ketika jadi bintang tamu di podcast TS Talk bersama Melaney Ricardo dan Nirina Zubir di kanal YouTube TS Media pada 18 Februari 2022 lalu.
"Hidup sebagai transgender itu sebetulnya berat ya di Indonesia?" tanya Melaney.
"Sebetulnya di mana pun sih, bukan cuma di Indonesia aja, di luar negeri pun juga ada sistem rasis with a trans, with a LGBT people," jawab Millen Cyrus .
Itu sebabnya Millen Cyrus mengikuti kompetisi kecantikan khusus transgender berupa Miss Queen di Indonesia sebagai upaya untuk mengubah stigma tersebut.
"Aku kan ikut Miss Queen ini untuk membuat stigma masyarakat yang negatif menjadi positif. Aku pengen share ke publik itu kalau kita juga manusia, kita sama. Apa sih yang lu cari di hidup? Kan happiness," tuturnya.
Berdasarkan survei yang dilakukan Universitas Harvard, diskriminasi juga tindakan kekerasan dan pelecehan memang kerap dialami kelompok LGBTQ maupun orang terdekat mereka.
Dari survei yang dilakukan di Amerika Serikat itu ditemukan kalau mayoritas orang LGBTQ mengatakan bahwa mereka, teman, maupun anggota keluarganya pernah mengalami kekerasan, ancaman, hingga pelecehan seksual. Sebanyak 34 persen melaporkan pernah alami pelecehan di kamar mandi.
Mayoritas orang Amerika dengan LGBTQ yang disurvei juga mengatakan bahwa mereka dan orang-orang terdekatnya telah mengalami berbagai bentuk diskriminasi. Seperti, 57 persen pernah mendapat ancaman maupum pelecehan secara non-seksual karena identitas LGBTQ mereka.
Baca Juga: Adu Gaya Lucinta Luna vs Millen Cyrus, Siapa Lebih Cantik?
Selain itu, 51 persen alami pelecehan secara seksual, 51 persen alami kekerasan, dan 34 persen telah dilecehkan secara verbal di kamar mandi saat masuk atau saat menggunakan kamar mandi.
Hampir satu dari lima orang LGBTQ menghindari perawatan medis karena khawatir akan diskriminasi. Bahkan hampir sepertiga transgender tidak memiliki dokter tetap.
Secara keseluruhan, 16 persen orang dengan LGBTQ melaporkan mendapatkan diskriminasi secara pribadi ketika pergi ke dokter atau klinik kesehatan. Dan 18 persen orang yang LGBTQ mengatakan mereka menghindari pergi ke dokter atau mencari perawatan kesehatan karena khawatir akan didiskriminasi atau diperlakukan dengan buruk karena identitasnya.
Peneliti opini publik di Harvard T.H. Chan School of Public Health dan wakil direktur survei, Logan Casey, mengatakan bahwa laporan itu makin menegaskan adanya tingkat kekerasan dan pelecehan yang luar biasa tinggi pada kelompok LGBTQ.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap
-
CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026
-
Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG
-
Staf Diduga Bocorkan Informasi Perkara, KPK Gandeng Polri untuk Penanganan
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Sering Jadi Lapangan Bola, KAI Tegaskan Lahan di Sisi Rel Bukan Ruang Publik
-
Timnas Indonesia Gilas Timor Leste: Aksi Mitchell 'Haaland' Baker Tutup Pesta Gol Garuda
-
Film Sihir Tanah Kubur Berhasil Mengubah Mitos Lokal Jadi Teror Mengerikan
-
Kasus DBD pada Anak Masih Tinggi, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Pencegahan
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya Ungkap Situasi Jelang Agustus