Suara.com - Nagita Slavina baru-baru ini membongkar kalau dirinya tidak ingin memeriksa ponsel milik sang suami, Raffi Ahmad. Hal ini diketahui saat Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sedang melakukan permainan di cara Saurans.
Dengan dipandu Denny Cagur, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad memainkan permainan “Pernah, Enggak Pernah”. Ketika ditanya apakah pernah memeriksa ponsel pasangan secara diam-diam, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi “Tidak pernah”.
Melihat jawaban tersebut, Denny Cagur bertanya mengapa Nagita Slavina memilih tidak memberikan ponsel milik Raffi Ahmad. Ibu dari Rafathar dan Rayyanza tersebut langsung spontan menjawab kalau di ponsel Raffi banyak hantu (wanita lain) sehingga ia memilih tidak memeriksanya.
"Coba kita crosscheck, Gigi. Gigi takut syok ya?" tanya Denny sambil meledek Nagita Slavina dalam video yang diunggah ulang akun @lambegosiip pada Rabu (29/3/2023).
"Soalnya di handphone-nya dia banyak hantunya, aku mendingan nggak," jawab Gigi.
Sementara Raffi Ahmad sendiri tidak pernah memeriksa ponsel Nagita Slavina karena ia percaya istrinya itu.
"Bukannya gimana-gimana, menurut gue buat apa. Gue percaya dia bahwa dia itu, kan ada di film Dilan, bahwa cemburu itu untuk orang yang tidak percaya diri. Lah sekarang gue kurang apa? Ya udah dia nggak akan kemana-mana, pasti di samping gue," kata Raffi percaya diri.
Melansir laman Times of India, memeriksa ponsel pasangan adalah hal yang wajar dan diperbolehkan. Namun, alangkah lebih baik memeriksanya dengan izin. Pasalnya, memeriksa ponsel pasangan diam-diam sama saja melanggar privasi yang dimilikinya.
Para ahli mengatakan, orang yang memeriksa ponsel ini juga didorong karena rasa tidak percaya kepada pasangannya sendiri. Hal ini karena mereka akan berpikir kalau pasangannya itu memiliki rahasia yang disembunyikan.
Namun, memeriksa ponsel pasangan apalagi tanpa izin akan mengganggu privasinya. Pasangan bisa saja menjadi tidak nyaman akan hal tersebut. Jika ada keinginan atau tergoda untuk memeriksanya, pastikan untuk meminta izin. Cobalah berkomunikasi kepada pasangan mengenai topik tersebut.
Bahas bagaimana persetujuan tentang penggunaan ponsel satu sama lain. Jelaskan juga kalau memeriksa ponsel itu bukan berarti menuduh. Namun, hal tersebut dilakukan agar kepercayaan dalam hubungan yang terjalin.
Untuk itu, masalah memeriksa ponsel ini akan kembali pada komunikasi yang terjalin. Pasalnya, jika saling menyetujui pada beberapa pasangan dapat mengetahui kata sandi satu sama lain. Hal ini akan memberikan kepercayaan yang membuat hubungan menjadi lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik