Suara.com - Lelaki Muslim-Tionghoa, Jusuf Hamka, terus menjadi sorotan hingga saat ini, karena sosoknya yang dinilai sederhana. Padahal, pengusaha jalan tol ini dikenal sebagai salah satu crazy rich dengan penghasilan fantastis.
Baru-baru ini misalnya, Jusuf Hamka tampak mengunjungi sebuah rumah warga untuk bersilaturahmi dan makan bersama di kawasan Jatihurip, Sumedang. Saat itu, ia tampak mengenakan sepatu berwarna hitam dengan hiasan logo H di bagian depannya.
Tentu saja, banyak orang mengira jika sepatu yang dikenakan Jusuf Hamka merupakan keluaran dari brand mewah asal Prancis, Hermes. Namun saat ditanyakan soal merek sepatunya itu, lelaki 65 tahun ini justru memberi jawaban mengejutkan.
"Apa? Hermes? Pala lu bau menyan Hermes," pungkasnya bercanda pada warga yang bertanya, seperti yang Suara.com kutip akun TikTok @afnanchannel6 pada Rabu (3/5/2023).
Jusuf Hamka pun langsung membuka sepatu yang sedang dikenakannya, dan menyuruh warga untuk melihat merek sepatunya.
"Nih tuh merek apa tuh? H tuh Hamka," ujar Jusuf Hamka membuktikan bahwa yang dikenakannnya bukanlah sepatu mahal.
Selanjutnya, ia pun meminta warga untuk menebak berapa harga sepatu tersebut, serta ikat pinggang yang sedang ia kenakan.
"Sabaraha (berapa) hayo. Yang bisa nebak dapet Rp100 ribu," ujar dia lagi.
Tentu saja, warga pun berebut menjawab harga sepatunya itu. Ada yang mengatakan Rp300 ribu, Rp2 juta, Rp750 ribu dan lain sebagainya. Namun, semua itu dijawab salah oleh Jusuf Hamka.
Baca Juga: Tampil Sederhana, Indah Permatasari Bikin Warganet Takjub
Sementara untuk ikat pinggangnya, ia menyebut jika dirinya membeli aksesoris tersebut di Thailand, seharga 90 baht atau Rp38.900.
"Ini saya beli 90 baht, itu uang Bangkok Thailand. Kalau dirupiahkan, Rp40 ribu perak," ujarnya.
Tentu saja video tersebut menjadi sorotan tersendiri bagi banyak warganet dengan beragam komentar. Tak sedikit yang mengatakan, jika barang murah dipakai orang kaya, tentu akan terlihat mahal dengan sendirinya.
"Dia mau pakai baju harga 1000an jg dikira 100jt bang. Kalau orang biasa aja pakai kaos 1juta tetap aja dikira 50ribuan," ujar @adeixxxxx.
"Real orang kaya+baik sesungguhnya tidak mau berlebihan. Sehat selalu pak Hamka," kata @iyanxxxxx.
"Biar murah kalo yang make orang kaya terlihat mahal," ungkap @chenxxxxxx.
"Mau pake baju robek2 percaya aja org kalo baju mahal soalnya orgnya sudah terlanjur kaya," tambah @ardixxxxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan