Suara.com - Memperingati hari kelahiran Prof. Sulianti Saroso menjadi karakter Google Doodle hari ini. Tapi sayangnya sangat sedikit yang tahu tentang sosok yang berjasa di bidang kesehatan Indonesia ini.
Adapun potret Prof. Sulianti Saros dalam Google Doodle digambarkan sebagai sosok yang penuh kasih, melayani rakyat dengan alat seadanya dan sangat mencintai anak kecil.
Berikut ini fakta Sulianti Saroso, sosok dokter masa penjajahan di ujung Jakarta Utara yang berhasil dirangkum suara.com, mengutip Indonesia.go.id, Rabu (10/5/2023).
1. Tidak Pernah Menyuntik
Profesor yang juga seorang peneliti dan perancang kebijakan kesehatan, ternyata bukanlah dokter praktik sehingga ia tidak pernah menyuntik pasien yang dirawatnya.
Hal ini pernah diceritakan secara langsung oleh Dita Saroso, anak Prof.Sulianto Saroso yang mengatakan ibunya tidak pernah menyuntik dan menulis resep.
2. Berperan di 2 Bidang
Dalam catatan sejarah menyebutkan Prof. Sulianti Saroso berperan besar membentuk dan menginisiasi program pencegahan pengendalian penyakit menular dan keluarga berencana (KB).
Perempuan yang lahir pada 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali ini menjadi Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan, dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) pertama Indonesia pada 1967 silam.
3. Diabadikan Jadi Nama RS
Berperan besar dalam infeksi penyakit menular membuat Prof. Sulianti fokus mendirikan Klinik Karantina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Klinik itu lantas dikembangkan menjadi RS penyakit menular sekaligus untuk keperluan riset penyakit menular.
RS tersebut kini dinamai dengan RS Pusat Infeksi Sulianto Saroso. RS ini merupakan kepanjangan dari klinik yang dibangun langsung Prof. Sulianto dan dipindahkan ke Jakarta Utara. Kini RSPI Sulianti Saroso jadi salah satu rumah sakit pemerintah, yang fokus meneliti dan menangani penyakit menular di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi