Suara.com - Korea Selatan jadi salah satu negara Asia yang masyarakatnya punya gaya hidup sehat agar panjang umur. Cara hidup ini bisa loh ditiru masyarakat Indonesia, memang apa saja sih?
Ini terbukti berdasarkan penelitian yang diterbitkan di The Lancet, diperkirakan 2030 rerata harapan hidup di negara tersebut bakal melebihi 90 tahun untuk perempuan dan 84 tahun untuk lelaki.
Berikut ini 4 gaya hidup sehat warga Korea Selatan agar panjang umur, berdasarkan rilis Coway yang diterima suara.com, Jumat (16/6/2023).
1. Konsumsi Protein dan Minum Air Putih
Korea Selatan memiliki kekayaan kuliner yang tidak hanya bergizi tinggi, namun juga kaya rasa. Kepopulerannya kini juga mendunia berkat K-drama dan konten kuliner viral di media sosial.
Blog Easy Korean Food menjelaskan, kunci utama keunggulan makanan korea ada pada keragaman sayur yang dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien tubuh, seperti lauk hingga hidangan khususnya pada musim semi akan diidominasi sayur segar maupun yang difermentasi seperti kubis, tauge, dan bayam.
Ada juga tambahan bawang putih, jahe, dan rempah-rempah bermanfaat lainnya dalam jumlah banyak membuat masakan Korea sangat sehat, yang juga diimbangi dengan asupan air minum yang cukup dan berkualitas.
2. Terbiasa Pakai Masker
Meski gaya hidupnya sehat, tapi udara di Korea Selatan kerap terbawa dari padang pasir Tiongkok dan Mongolia. Udara ini mengandung partikel berbahaya seperti belerang, karbon monoksida, logam berat, dan bahan karsinogenik lainnya bersama dengan virus, bakteri, dan jamur.
Baca Juga: Raffi Ahmad Semakin Sukses Sejak Menikah, Warganet Puji Peran Nagita Slavina: Berkat Doa Istri
Hasilnya kondisi ini mendorong kebiasaan masyarakat Korea Selatan untuk rajin memakai masker ketika berpergian.
3. Pakai Air Purifier
Air Purifier atau alat pemurni udara juga telah jadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Korea Selatan. Berdasarkan riset dari Expert Market Research, pembersih udara memiliki kemampuan dalam menyegarkan udara pengap, menghilangkan polutan dalam ruangan, menghilangkan kontaminan udara, memperbaiki kualitas tidur, hingga membantu meningkatkan harapan hidup.
Manfaat ini akhirnya membuat popularitas air purifier di Korea Selatan meningkat terus menerus. Bahkan kebiasaan belanja air purifier juga sudah terbentuk di Negeri Ginseng tersebut.
4. Akses Kesehatan Memadai
Menurut James Bennett, periset departemen epidemiologi dan biostatistik di Imperial College London, meroketnya perekonomian Korea Selatan sangat dipengaruhi kesehatan masyarakatnya.
Penurunan angka kematian bayi dan tingkat kematian kardiovaskular mempengaruhi angka harapan hidup di Korea Selatan. Ditambah, terdapat peningkatan dalam pemenuhan nutrisi dan pemanfaatan teknologi berbasis medis.
Negara yang terkenal dengan drama, K-Pop dan makananya ini memiliki jangkauan kesehatan yang luas dan merata bagi seluruh warga. Di tingkat daerah, pemerintah mengelola pusat kesehatan dan fasilitas medis lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Setiap kota memiliki satu puskesmas yang menawarkan pelayanan kesehatan masyarakat dasar seperti pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, perawatan ibu dan janin, serta perawatan medis dasar. Selain itu, puskesmas pembantu dapat didirikan jika diperlukan layanan tambahan
Berita Terkait
-
Rafathar Nangis Ditinggal Ortu ke Korea Selatan, Reaksi Raffi Ahmad Disorot: Kelihatan Nahan Nangis Juga
-
Ditinggal Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ke Korea Selatan, Putra Keduanya Malah Minta 2 Adik Baru
-
Tak Seperti Biasanya, Gaya Selvi Ananda di Korea Selatan Nyentrik Bak ABG: Total OOTD Ratusan Juta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC