Suara.com - Inspirasi untuk membuat karya bisa datang dari mana saja, termasuk suasana malam yang tenang. Hal tersebut yang dirasakan oleh desainer kondang Yogie Pratama selama berproses melahirkan puluhan pakaian terbaru yang ia rancang.
Koleksi-koleksi tersebut langsung ia pamerkan dalam pameran tunggal pertamanya di The Langham Ballroom, hotel The Langham, Jakarta. Nagi Yogie, karya terbarunya kali ini jadi perwujudan dari konstelasi di langit berkelap-kelip sampai memberi kesan gemerlap yang elegan.
"Secara pribadi, saya lebih suka suasana malam, malam membuat saya peaceful," kata Yogie Pratama dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/6/2023).
Yogie mengeluarkan 37 rancangan baru, enam di antaranya berupa wedding gown. Ia menumpahkan segala kepiawaiannya dalam menciptakan gaun-gaun yang arsitektural juga konstruksi desain dengan ilusi ramping dan tinggi pada setiap pemakainya.
Yogie mengungkapkan bahwa ada sosok wanita di dalam imajinasinya berupa Coquette Woman yang jadi inspirasinya.
"Dia memiliki badan yang cantik, pintar membawakan bahasa tubuh, tetapi lebih mengandalkan fashion," imbuhnya.
Gaun-gaun dihiasi dengan tebaran beads, fringe, korsase, dengan pengerjaan berlevel savoir-faire, penguasaan teknik pengerjaan yang unggul. Juga terdapat permainan pleats pada gaun dengan teknik tingkat tinggi. Pleats atau lipitan dikerjakan dengan tangan secara halus dan rumit, mengikuti lekuk-lekuk tubuh, dilepas di bagian pinggul dan terjuntai ke lantai seolah tidak terjadi lipitan di hulunya.
Ada juga pleats yang dilipit berputar membentuk mawar di depan badan, sehingga membentuk tekstur yang indah pada bahan.
“Saya suka segala sesuatu yang tekstural, yang ketika diraba bisa membangkitkan imajinasi bercerita," katanya.
Baca Juga: Merek Fashion Lokal Ini Hadirkan Pakaian yang Terinspirasi Budaya Indonesia
Bagi Yogie, busana rupanya bukan hanya tentang visual, tapi juga biaa mencakup suara. Itu sebabnya, ia membuat busananya kali ini dipastikan juga akan timbul suara-suara harmoni saat dipakai.
"Saya juga suka membuat pakaian yang bersuara ketika dibawa melangkah, entah itu dari suara beading yang berbenturan, atau suara dari ujung-ujung gaun yang terseret di lantai. Saya ingin bukan saja memanjakan mata, tetapi juga mengaktivasi telinga yang memakai," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Apakah Sepatu Adidas Samba Boleh Dicuci? Begini Cara Merawat yang Benar
-
Baru Diluncurkan, Tiket Early Bird Cravier 2026 Habis dalam Sekejap
-
5 Rekomendasi Sepeda Keranjang, Nyaman dan Fungsional untuk Pemakaian Sehari-hari
-
Dari Komunitas hingga Internasional, Produksi Topi Lokal Ini Buktikan Naik Kelas
-
Siapakah Baal Epstein Files? Ramai Disebut-sebut, Begini Sejarahnya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gravel Lokal, Modal 3 Jutaan Tembus Segala Medan
-
7 Fakta Little St. James, Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein
-
Kenapa Jeffrey Epstein Disebut Mata-Mata Israel? Diduga Punya Koneksi dengan Sosok Ini
-
Kenapa Sunscreen Perih di Mata? Ini Penyebab dan 5 Rekomendasi yang Aman Dipakai
-
Habis Pakai Micellar Water Perlu Cuci Muka? Ini Penjelasan dan 7 Pilihan Terbaik