Suara.com - Seniman Swara Gembira, Oi menilai fenomena masyarakat kalangan kelas atas Indonesia berburu produk brand mewah luar negeri, tidak lepas dari era komersial dan gimik yang sedang melanda Indonesia saat ini. Kalau sudah begitu, gimana solusinya?
Oi yang juga Creative Director Pagelaran Simfoni Lavani oleh Amero Jewellery bercerita, bahwa saat ini jenama brand lokal Indonesia masih banyak yang belum mampu menambah nilainya seperti brand mewah luar negeri, hingga rela membuat orang bayar puluhan juta hanya untuk sebuah kaus semata.
"Buat saya itu kita masih harus berkompetisi lewat branding. Kenapa brand luar negeri begitu hebat. Salah satu brand mewah itu hanya kaus 20s ada yang harganya Rp 20 juta, udah gitu mereka rela antri berbondong-bondong. Bahkan baju bekasnya aja ada yang sampai jutaan," papar Oi rilis Lavani Borobudur Series Rhombus yang diterima suara.com, Senin (28/8/2023).
Lebih lanjut ia mengatakan, di area komersial dan gimik saat ini memerlukan bantuan dan peran serta para influencer untuk mau berpihak pada budaya. Menurutnya saat influencer mau berpihak pada brand lokal yang fokus pada kebudayaan itu bisa jadi solusi, menghadapi gempuran brand mewah luar negeri.
"Misalnya mereka (influencer) dibayar untuk hadir dan dibayar untuk brand mewah luar negeri, dan harus posting akhirnya mereka lakukan untuk dibayar," jelas Oi.
Oi juga menambahkan, akhirnya karena sudah 'diendorse' brand mewah dengan harga fantastis, lalu memberikan harga serupa kepada brand lokal, inilah yang menurutnya tidak adil karena kemampuan brand lokal yang terbatas.
"Jadi untuk urusan berpihak pada kebudayaan bangsa tidak bisa dipandang dari urusan bisnis, tapi urusan perjuangan, dan apalagi arti perjuangan tanpa pengorbanan. Jadi karena berpihak pada bangsa, tawaran itu tidak kita ambil," papar Oi.
Ia mengatakan Lavani, jadi brand yang berpihak pada kebudayaan bisa dicontoh. Buktinya Lavani secara khusus merilis perhiasan dengan series khusus Borobudur, yang bisa membuat para pecinta perhiasan lebih dekat dengan salah satu Situs Warisan Dunia, UNESCO itu.
Series ini dibuat khusus untuk memaknai Borobudur sebagai suatu peradaban yang utuh dan lengkap dengan budaya yang unik dan luar biasa. Untuk melihat hasil desain perhiasan ini, akan secara khusus ditampilkan di area Booth Amero Jewellery yang berada di Plaza Senayan mulai dari 25 Agustus hingga 3 September 2023.
Baca Juga: Menang War Tiket Konser di Luar Negeri, Ini 4 Strategi Budget Travel Biar Lebih Hemat!
"Semua orang sudah memahami keindahan dari Borobudur yang menjadi salah satu ciri kebudayaan asli Indonesia dan ini kami tuangkan dalam bentuk perhiasan yang menambah keindahan dan kecantikan bagi perempuan Indonesia” ujar Steven Ronaldo, Creative Director Amero Jewellery.
Lavani Borobudur Series kini terdiri dari 2 seri, yakni seri Dovetail yang terinspirasi dari system locking candi Borobudur dalam menggabungkan semua batu untuk membangun candi dan seri terbaru yaitu Lavani Kawung dan Rhombus yang mendapat inspirasinya dari budaya peradaban masa lalu, yang sudah menggunakan motif batik kawung dan stupa yang tampak pada relief-relief candi Borobudur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
-
Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!
-
Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?
-
Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300
-
Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027
-
5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless
-
Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli
-
Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes
-
Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg