Suara.com - Pernahkah kalian bingung ketika akan berkenalan dengan seseorang, khususnya saat PDKT? Apa saja pertanyaan awal PDKT yang tepat untuk Gen Z?
Tentu saja, cara berkenalan anak zaman sekarang dengan generasi millenial maupun Baby Boomer sangat berbeda. Benarkah Gen Z atau Generasi Z tidak mau ditanya tentang pekerjaan hingga kuliahnya saat berkenalan?
Fenomena ini menarik perhatian komika dan konten kreator Oza Rangkuti. Ia mengomentari sebuah postingan di Twitter yang menjelaskan seseorang wanita enggan ditanya perihal kerja hingga kuliah saat baru kenalan dengan pria.
"Kenapa sih, banyak cowo pas baru kenalan pertanyaannya ga jauh-jauh dari “kuliah?udah kerja? kerja dimana?" tanya wanita itu dalam cuitan di Twitter yang diunggah pada 1 Oktober 2023.
Meskipun sudah berpenghasilan sendiri wanita ini memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut secara serius. Ia merasa ada banyak pertanyaan lain yang dapat ditanyakan.
"Kalo gue sih, pas ditanya gini, even gue ada penghasilan sendiri pun biasanya gue jawab lagi ga ngapa-ngapain/nganggur/beban orang tua" jelasnya dalam unggahan yang telah mendapat 4,6 juta tayangan.
Ia menambahkan," Udah gitu ya, kalo gue jawab kaya gitu, biasanya doi langsung ngilang".
Thread itu pun lantas diunggah ulang Oza Rangkuti dan dikomentari. Bagi komika ini, cuitan seperti itu tipikal dengan kalangan Gen Z.
"Gen Z ditanya background bukannya jawab malah bikin thread," tulis Oza.
Baca Juga: 35 Ide Gombalan Maut untuk PDKT, Dijamin Bikin Crush Baper
Perdebatan seputar cara berkenal di kalangan Gen Z pun dimulai. Warganet memberikan komentar dan pendapatnya masing-masing.
Terlepas dari perdebatan ini, sebenarnya bagaimana pertanyaan awal PDKT yang tepat untuk Gen Z?
Mengutip dari situs brides.com, topik pertama untuk memulai percakapan dan perkenalan yang disarankan adalah seputar hal-hal dasar. Misalnya:
- Dimana kamu tinggal? Apakah kamu menyukai orang-orang di sana?
- Seperti apa pekerjaan yang kamu lakukan sehari-hari?
- Apakah kamu menyukai kegiatan/pekerjaan itu?
- Apa kegiatan yang kamu suka lakukan untuk bersenang-senang?
Pertanyaan terbuka seperti ini mengarahkan lawan bicara kalian untuk lebih banyak bercerita. Sehingga tidak muncul jeda percakapan.
Jika percakapan sudah mulai terbangun positif, ceritakan latar belakang diri kalian. Hal ini menunjukkan bahwa kamu juga memiliki ketertarikan dalam percakapan tersebut.
Kemudian baru mulai pembicaraan seputar musik, film, makanan hingga buku favorit masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil