Lantas, apa yang dimaksud patriarki dan misoginis itu?
Patriarki
Dikutip dari Science Direct, secara tradisional patriarki mengacu pada sistem hubungan sosial di mana terdapat ketidaksetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang ditentukan secara sosial. Sistem hubungan sosial yang tidak adil ini tertanam dalam institusi politik, sosial, budaya, dan ekonomi suatu masyarakat serta dalam, dan melalui, hubungan rumah tangga privat.
Dalam sistem ketidaksetaraan gender ini, perempuan merasa dirugikan dalam berbagai hal dalam hubungan sosial dan organisasi.
Dalam masyarakat patriarki, perempuan secara kolektif dikucilkan dari posisi kekuasaan politik, sosial, dan ekonomi; perempuan mendapati diri mereka dibayar lebih rendah untuk pekerjaan yang bernilai setara; dan perempuan lebih mungkin mengalami kemiskinan dan akses yang tidak setara terhadap sumber daya, barang, dan jasa.
Meskipun perempuan secara individu mungkin mengalami kesuksesan di berbagai bidang, perempuan sebagai kelompok sosial tertentu pada umumnya dirugikan dalam hal-hal tersebut.
Penggunaan misogini sebagai istilah yang merujuk pada tindakan penghinaan terhadap perempuan dipopulerkan pada tahun 1970-an oleh para feminis gelombang kedua. Misogini biasanya dibedakan dari seksisme terhadap perempuan: misogini ditandai dengan kekerasan, seperti penyerangan seksual atau pembunuhan, sedangkan misogini berwujud lebih halus.
Namun, selama gelombang keempat feminisme yang dimulai pada awal abad ke-21, misogini hampir dapat dipertukarkan dengan seksisme dan dapat digunakan untuk menunjukkan bias terhadap perempuan selain tindakan kekerasan atau kebencian yang menyasar perempuan.
Baca Juga: Sengaja Pecat 3 Orang Karyawan, Denny Caknan Ingin 'Babuin' Bella Bonita
Dengan demikian, misogini memiliki banyak makna yang menempati tingkat intensitas berbeda. Beberapa kamus menyesuaikan entri mereka untuk mencerminkan perubahan semantik ini. Pada tahun 2002 Kamus Bahasa Inggris Oxford mengubah definisinya dari “kebencian terhadap perempuan” menjadi “kebencian atau ketidaksukaan terhadap, atau prasangka terhadap perempuan.” Kamus Merriam-Webster kemudian mengikuti jejaknya.
Misogini, kebencian atau prasangka terhadap perempuan, biasanya ditunjukkan oleh laki-laki. Secara umum diterima bahwa misogini adalah konsekuensi dari patriarki (masyarakat yang didominasi laki-laki), dan istilah ini dapat diterapkan pada individu tertentu serta sistem, masyarakat, atau budaya yang lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis dan Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?
-
One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?
-
Promo Alfamidi Pekan Ini 23-29 Maret 2026: Diskon Susu, Snack, hingga Kebutuhan Rumah Tangga
-
Cara Cerdas Menyetok Ulang Kebutuhan Rumah Pasca Lebaran
-
Berapa Harga Parfum Dior Ori? Ini 5 Varian Berkelas dengan Harga Lebih Terjangkau
-
Moisturizer Panthenol yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya
-
Apa Bedanya Tone Up Sunscreen dan Tinted Sunscreen? Ini 5 Rekomendasinya
-
Daftar Tanggal Merah April 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Long Weekend
-
Lagi Tren Login Muhammadiyah, Ini 6 Keuntungan Punya Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah
-
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya