Suara.com - Proses persidangan kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso kembali menjadi sorotan usai film dokumenter berjudul "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso dirilis Netflix.
Guru besar Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada, Prof. Eddy Hiariej yang saat itu dihadirkan sebagai salah satu ahli hukum pidana di persidangan kembali dimintai pendapatnya melalui podcast Denny Sumargo.
Prof Eddy ingat saat Jessica Wongso menangis kala ahli kriminolog Prof Ronny Nitibaskara bersaksi dalam persidangannya.
Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM ini, saat itu Prof Ronny disebut memiliki banyak informasi dan fakta penting terkait sosok Jessica Wongso.
Sebagai informasi, Prof Ronny Nitibaskara tidak dihadirkan dalam film dokumenter Ice Cold karena sudah meninggal dunia.
Berdasarkan penjelasan Eddy Hiariej, Jessica hanya menangis saat Ronny Nitibaskara memberikan keterangan. Sikap Jessica itu berbeda dengan yang ditunjukkan saat saksi ahli lain dihadirkan.
"Ketika saya memberikan keterangan ahli, dokter Nathalie, Prof Salito, dan ahli lainnya itu Jessica mengadapi dengan santai senyum sinis. Kecuali ketika Prof Ronny Nitibaskara memberikan keterangan, Jessica nangis kan?," ungkap Eddy.
Menurutnya, Jessica menangis saat Prof Ronny memberikan keterangan karena ahli kriminolog itu membongkar semua gestur yang ada dalam jiwa Jessica. Saat itu, Otto Hasibuan juga memprotes keterangan Ronny.
"Prof Ronny membaca semua apa yang terjadi pada jiwa dan diri Jessica. Sampai diprotes Otto karena beliau (Prof Ronny) memang membaca bahwa orang ini tipenya seperti ini," ujarnya.
Baca Juga: Menguak Sebab Ayah Mirna Salihin Sebut Jessica Wongso Berkepribadian Psikopat Narsistik
Saat itu, Ronny sempat menyampaikan kepada Eddy bahwa Jessica memiliki sikap yang berbeda. Alat pendeteksi kebohongan atau lie detector secanggih apapun tidak bisa mendeteksinya.
Oleh karena itu, pihak kepolisian memilih tidak menggunakan lie detector untuk memeriksa Jessica Wongso.
Berita Terkait
-
Menguak Sebab Ayah Mirna Salihin Sebut Jessica Wongso Berkepribadian Psikopat Narsistik
-
Kacamatanya Janggal, Prof Eddy Saksi Ahli Kasus Kopi Sianida Diledek Punya Kepribadian Ganda
-
Menohok! Prof Eddy Sebut Dokter Djaja Cuma Koar-koar bak Orang di Pinggir Jalan Soal Sianida Mirna
-
Sebut Jessica Wongso Masuk Bui Akibat Psikiater 'Nakal', Hotman Paris: Pendapatnya Bisa Dibeli
-
Tamara Dai Bela Diri Usai Dikritik atas Konten Cosplay Film Ice Cold: Ada yang Lebih Enggak Menghargai
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda